Followers

Advertisement (468 x 60px )

Latest News

Minggu, 25 Desember 2011

PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT ASPEK HIGIENE DAN SANITASI (BAGIAN V - PENGELOLAAN LIMBAH CAIR RUMAH TANGGA)


PERILAKU
HIDUP BERSIH DAN SEHAT ASPEK
HIGIENE DAN SANITASI

BAGIAN V
PENGELOLAAN LIMBAH CAIR
RUMAH TANGGA



Apa itu limbah cair RT

Limbah cair rumah tangga merupakan limbah yang berbentuk cair yang merupakan timbulan  dari  kegiatan  rumah  tangga.  Limbah  cair  ini  dapat  berasal  dari  kamar mandi, peturasan, cucian barang/bahan dari dapur. Dalam pengertian ini limbah cair
ini tidak termasuk limbah cair yang berasal dari WC/jamban keluarga.

Limbah  cair  dari  kegiatan  rumah  tangga  volumenya  relative  sedikit  dibanding dengan luas lahan yang ada di desa tersebut. Namun demikian limbah cair tersebut tetap harus dikelola, karena kalo dibuang sembarangan akan membuat lingkungan kotor, berbau, dan mengurangi estetika dan kebersihan lingkungan

Mengapa limbah cair  perlu dikelola

Limbah  cair   harus  dikelola  dengan  baik  dan  benar,  karena  bila  tidak  akan  dapat menjadi tempat perindukan vector bibit penyakit penyakit.

Limbah cair akan menarik binatang-binatang yang dikenal dalam aspek kesehatan dapat menyebarluaskan penyakit, seperti misal lalat, kecoa , tikus.

Penyakit-penyakit yang berkaitan erat dengan sampah yang tidak dikelola dengan benar  antara lain : demam berdarah, disentri, thypus, dan lain-lain



Kemana limbah cair harus dibuang

Limbah cair harus dibuang pada sarana pengolahan air limbah, (SPAL) yang dapat dibuat oleh masing-masing rumah tangga.

Bentuk    SPAL  dapat  berupa  sumuran  ataupun  saluran  dengan  ukuran  tertentu. Sumuran  atau  saluran  tersebut  diberi  bahan-bahan  yang  dapat  berfungsi  untuk menyaring  unsure  yang  terkandung  dalam  limbah  cair.  Bahan  tersebut  disusun dengan formasi urutan sebagai berikut:
-     Batu belah ukuran diameter 5-10 cm
-     Ijuk
-     Batu belah diameter 10-15 cm


Apa peran kader

·    Memberikan   motivasi   kepada   masyarakat   untuk   mengelola   limbah   cair dengan                 benar,    dan   bila   mungkin  dapat    dijadikan   media   yang   dpat dimanfaatkan secara ekonomi.

·    Menghubungi unit/instansi terkait untuk memberikan bimbingan teknis dalam pembangunan sarana (SPAL).

·          Memanfaatkan  setiap  kesempatan  yang  ada            untuk  memberi  penyuluhan kepada  masyarakat  tentang  hidup  bersih  dan  sehat,  menjaga  lingkungan yang bersih aman dan nyaman

Sumber : Pamsimas

Tidak ada komentar:

Anda Pengunjung Ke :