Followers

Advertisement (468 x 60px )

Latest News

Jumat, 26 Februari 2010

ASUHAN KEPERAWATAN GERONTIK



DEFINISI
PENUAAN adalah suatu proses multidimensial yaitu mekanisme kerusakan dan perbaikan di dalam tubuh atau sistem tersebut terjadi secara bergantian pada kecepatan dan saat yang berbeda – beda.

Baca lebih lengkap KLIK DISINI







APA ITU BAHAGIA ?
B : Berat badan (BB) berlebihan supaya dihindarkan
A : Aturlah makanan hingga sesuai / kurangi lemak atau kolesterol
H : Hindari faktor – faktor resiko penyakit jantung iskemik / koroner.
A : Agar terus merasa berguna dengan mempunyai kegiatan / hobi yang bermanfaat
G : Gerak badan teratur wajib terus dilakukan
I : Ikuti nasehat dokter dan hindari situasi tegang
A : Awasi kesehatan dengan memeriksakan badan secara periodik

Baca lebih lengkap KLIK DISINI





1. Identitas Klien
2. Status Kesehatan saat ini
3. Riwayat kesehatan dahulu
4. Riwayat kesehatan keluarga
5. Tinjauan sistem :
• Pemeriksaan tanda – tanda vital
• TB dan BB
• Kulit
• Ulkus dekubitus
• Kepala
• Rambut dan kuku
• Mata
• Telinga
• Hidung
• Mulut dan gigi
• Leher
• Payudara
• Sistem kardiovaskuler
• Sistem genitourinarius
• Sistem muskuloskeletal
• Sistem persarafan
• Sistem endokrin
• Sistem pernapasan
• Sistem gastrointestinal

Baca lebih lengkap KLIK DISINI

PENGKAJIAN FISIK PADA LANSIA



1. Identitas Klien
2. Status Kesehatan saat ini
3. Riwayat kesehatan dahulu
4. Riwayat kesehatan keluarga
5. Tinjauan sistem :
  • Pemeriksaan tanda – tanda vital
  • TB dan BB
  • Kulit
  • Ulkus dekubitus
  • Kepala
  • Rambut dan kuku
  • Mata
  • Telinga
  • Hidung
  • Mulut dan gigi
  • Leher
  • Payudara
  • Sistem kardiovaskuler
  • Sistem genitourinarius
  • Sistem muskuloskeletal
  • Sistem persarafan
  • Sistem endokrin
  • Sistem pernapasan
  • Sistem gastrointestinal
6. Pengkajian psikososial
Bertujuan untuk mengkaji personality, mood, emosi perasaan, pola koping, dan kemampuan kognitif serta menentukan bagaimana berperan dalam lingkungan sosial.
Komponen Pengkajian Psikososial :
  • Kemampuan mental atau kognitif
  • Dukungan sosial
  • Fungsi afektif dan status emosi
  • Fungsi tertentu dan perubahan peran
  • Mekanisme koping yang biasa digunakan
  • Pola keluarga dan struktur
  • Sumber yang digunakan dilingkungan atau perkumpulan
  • Sumber keuangan
7. Pengkajian fungsional klien
Komponen Pengkajian Fungsional :
a. Pengkajian kesehatan fisik
b. Riwayat kesehatan
c. Pengkajian perawatan diri
d. KATZ INDEKS :
  • Bathing
  • Dressing
  • Toileting
  • Transfer
  • Continence
  • Feeding

e. Modifikasi dari Bathel Indeks
 Keterangan Nilai :
  • Nilai 130            : Mandiri
  • Nilai 60 – 125   : Ketergantungan sebagian
  • Nilai 60              : Ketergantungan total


f. Pengkajian Status Mental Gerontik Mengidentifikasi Kerusakan Intelektual Menggunakan  
   Short Portable Mental Status Questioner (SPSMQ).
      Rentang Pertanyaan 1 – 10
            (Beri kode √ sesuai jawaban benar atau salah pada kolom yang tersedia)

Keterangan Nilai :
§         Salah 0 – 3       : Fungsi intelektual utuh
§         Salah 4 – 5       : Kerusakan intelektual ringan
§         Salah 6 – 8       : Kerusakan intelektual sedang
§         Salah 9 – 10     : Kerusakan intelektual berat


g. Pengkajian Keseimbangan pada Lansia
      Beri nilai 0 (nol) jika tidak menunjukkan kondisi dibawah ini atau beri nilai 1 (satu) jika klien menunjukkan salah satu kondisi dibawah ini.
      1.  Perubahan posisi atau gerakan keseimbangan
§   Bangun dari kursi
§   Duduk ke kursi
§   Menahan dorongan pada sternum
§   Mata tertutup
§   Perputaran leher
§   Gerakan menggapai sesuatu
§   Membungkuk
      2.  Komponen gaya berjalan atau gerakan
§   Minta klien untuk berjalan ke tempat yang ditentukan
§   Ketinggian langkah kaki
§   Kontinuitas langkah kaki
§   Kesimetrisan langkah
§   Penyimpangan jalur pada saat berjalan
§   Berbalik

                        Intervensi Hasil :
                        0 – 5         : resiko jatuh rendah
                        6 – 10       : resiko jatuh sedang
                        11 – 15     : resiko jatuh tinggi

CONTOH DIAGNOSA KEPERAWATAN PADA LANSIA
1.      Pada Individu
Gangguan mobilisasi b/d adanya peradangan sendi

2.      Pada Keluarga
Resiko gangguan mobilisasi pada lansia A keluarga B b/d ketidakmampuan merawat anggota keluarga dengan masalah mobilisasi.

3.      Pada Komunitas
Resiko terjadinya injury pada lansia diwilayah desa jambu b/d kurangnya pengetahuan dan penyuluhan pada lansia 

Kamis, 25 Februari 2010

PROSEDUR SENAM DIABETES MELLITUS


 

Senam diabetes adalah senam fisik yang dirancang menurut usia dan status fisik dan merupakan bagian dari pengobatan diabetes mellitus (Persadia, 2000).

Manfaat tersebut didapat karena olah raga memberi pengaruh pada:
a.       Jantung
Otot jantung bertambah kuat dan bilik jantung bertambah besar, sehingga denyutan kuat dan daya tampung besar. Kedua hal ini akan meningkatkan efisiensi kerja jantung. Dengan efisiensi kerja yang tinggi, jantung tak perlu berdenyut terlalu sering (Strauss, 1979 dalam Kushartanti, 2007).
b.       Pembuluh darah
Elastisitas pembuluh darah akan bertambah, karena berkurangnya timbunan lemak dan penambahan kontraktilitas otot dinding pembuluh darah. Elastisitas pembuluh darah yang tinggi akan memperlancar jalannya darah dan mencegah timbulnya hipertensi (Sukarman, 1987 dalam Kushartanti, 2007).
c.       Paru-paru
Elatisitas paru-paru akan bertambah, sehingga kemampuan berkembang kempis juga akan bertambah (McArdle, 1986 dalam Kushartanti, 2007).
d.       Otot
Kekuatan, kelentukan dan daya tahan otot akan bertambah. Hal ini disebabkan oleh bertambah besarnya serabut otot dan meningkatnya sistem penyediaan energi di otot (Brooks, 1984 dalam Kushartanti, 2007).
e.       Tulang
Penambahan aktivitas enzim pada tulang akan meningkatkan kekuatan, kepadatan dan besarnya tulang, selain mencegah pengeroposan tulang (Fox, 1988 dalam Kushartanti, 2007).
f.         Ligamentum dan tendo
Ligamentum dan tendo akan bertambah kuat, demikian juga perlekatan tendo pada tulang (Teitz, 1989 dalam Kushartanti, 2007).


Pedoman program latihan bagi penderita diabetes melitus
Pedoman program latihan bagi penderita diabetes melitus (Rifkin: 1984 dalam Long, 1996).
a.       Jenis senam; aerobik
b.       Durasi; 30-60 menit (pemanasan, inti, dan pendinginan)
Tahapan senam: masing-masing tahap senam meliputi:
1)       Lima sampai 10 menit pemanasan peregangan tungkai
2)       20-30 menit latihan aerobik dengan denyut jantung pada zona target (75-80% denyut jantung maksimal)
3)       15-20 menit latihan ringan dan peregangan untuk pendinginan
Hal-hal yang perlu di perhatikan adalah setiap program latihan, apapun macamnya harus mengandung unsur pemanasan, latihan inti dan pendinginan. Pemanasan dimaksudkan untuk mempersiapkan organ-organ tubuh beserta perangkatnya (termasuk enzim) agar mampu melakukan gerakan-gerakan dengan baik dan terhindar dari cedera. Lebih dari itu pemanasan juga dimaksudkan untuk mempersiapkan menghadapi latihan. Latihan inti disesuaikan dengan kemampuan, kemauan, keharusan dan keadaan. Latihan ini sangat spesifik, setiap kasus berbeda dan pada kasus yang sama pun satu orang dengan orang lain akan berbeda. Pendinginan dilakukan dengan cara mengurangi gerakan secara bertahap sebelum berhenti sama sekali. Merupakan suatu keharusan untuk melakukan pendinginan setelah latihan, sebab tanpa pendinginan dapat timbul rasa pusing, mual, muntah, bahkan bisa sampai pingsan. Pendinginan juga bermanfaat untuk mempercepat hilangnya rasa capai setelah latihan, sebab zat pelelah (asam laktat) akan segera kembali ke peredaran darah.



Tahap-tahap senam seperti yang diungkapkan Sumarni (2008) adalah:
1)       Pemanasan 1
Berdiri di tempat. Angkat kedua tangan keatas seluruh bahu. Kedua tangan bertautan. Lakukan bergantian dengan posisi kedua tangan di depan tubuh.
2)       Pemanasan 2
Berdiri di tempat, angkat kedua tangan ke depan tubuh hingga lurus bahu. Kemudian, gerakkan kedua jari seperti hendak meremas. Lalu, buka lebar. Lakukan secara bergantian, namun tangan diangkat ke kanan-kiri tubuh hingga lurus bahu.
3)       Inti 1
Posisi tegap berdiri, kaki kanan maju selangkah ke depan. Kaki kiri tetap di tempat. Tangan kanan diangkat diangkat ke kanan tubuh selurus bahu. Sedangkan tangan kiri ditekuk hingga telapak tangan mendekati dada. Lakukan secara bergantian.
4)       Inti 2
Posisi berdiri tegap. Kaki kanan diangkat hingga paha dan betis bentuk sudut 90 derajat. Kaki kiri tetap ditempat. Tangan kanan diangkat kekanan tubuh selurus bahu. Sedangkan tangan kiri di tekuk hingga telapak tagan mendekati dada. Lakukan secara bergantian.
5)       Pendinginan 1
Kaki kanan agak menekuk, kaki kiri lurus. Tangan kiri lurus kedepan selurus bahu. Tangan kanan ditekuk ke dalam. Lakukan secara bergantian.
6)       Pendinginan 2
Posisi kaki bentuk hurut V terbalik. Kedua tangan direntangkan ke atas dengan membentuk huruf V.
  
Gerakan Senam Diabetes
Gerakan kaki.
Posisi awal: duduk tegak diatas sebuah kursi jangan bersandar.
Latihan 1 (10 kali)
1.       Gerakan jari-jari kedua kaki seperti membentuk cakar
2.       Luruskan kembali
Latihan ke 2 (10 kali)
1.       Angkat ujung kaki, tumit tetap diletakkan diatas lantai
2.       Turunkan ujung kaki, kemudian angkat tumitnya dan turunkan kembali
Latihan ke 3 (10 kali)
1.       Angkat kedua ujung kaki
2.       Putar kaki pada pergelangan tangan, ke arah samping
3.       Turunkan kembali ke lantai dan gerakan ke arah tengah
Latihan ke 4 (10 kali)
1.       Angkat kedua tumit
2.       Putar kedua tumit ke arah samping
3.       Turunkan kembali kelantai dan kembali ketengah
Latihan ke 5 (10 kali)
1.       Angkat salah satu lutut
2.       Luruskan kaki
3.       Gerakan jari-jari kaki ke depan
4.       Turunkan kembali kaki, bergantian dengan kaki yang lain
Latihan ke 6 (10 kali)
1.       Luruskan salah satu kaki diatas lantai
2.       Kemudian angkat kaki tersebut
3.       Gerakan ujung-ujung kearah muka
4.       Turunkan kembali tumit kelantai
Latihan ke 7 (10 kali)
Seperti latihan ke 6, tetapi kali ini dengan kedua kaki bersamaan
Latihan ke 8 (10 kali)
1.       Angkat kedua kaki, luruskan dan pertahankan posisi tersebut
2.       Gerakan kaki pada pergelangan kaki, ke depan dan ke belakang
Latihan ke 9 (10 kali)
1.       Luruskan salah satu kaki dan angkat
2.       Putar kaki pada pergelangan kaki
3.       Tuliskan di udara pada kaki angka 0 s/d 10
Latihan ke 10 (10 kali)
1.       Selembar koran dilipat-lipat dengan kaki menjadi bentuk bulat seperti bola. Kemudian dilicinkan kembali dengan menggunakan ke dua kaki, setelah itu di sobek-sobek.
Kumpulkan sobekan-sobekan tersebut dengan kedua kaki dan letakkan diatas lembaran koran lainnya. Bungkuslah semuanya dengan kedua kaki menjadi bentuk bola.

Download Artikel Senam Diabetes Mellitus lengkap Klik dibawah :

PENCEGAHAN PADA DIABETES MELLITUS


Banyak orang yang masih mengganggap penyakit diabetes merupakan penyakit orang tua atau penyakit yang hanya timbul karena faktor keturunan. Padahal, setiap orang dapat mengidap diabetes, baik tua maupun muda, termasuk Anda. Namun, yang perlu anda pahami adalah anda tidak sendiri.
Menurut data WHO, Indonesia menempati urutan ke-4 terbesar dalam jumlah penderita Diabetes Mellitus di dunia. Pada tahun 2000 yang lalu saja, terdapat sekitar 5,6 juta penduduk Indonesia yang mengidap diabetes.
Diabetes mellitus adalah suatu penyakit dimana kadar glukosa (gula sederhana) di dalam darah tinggi karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara cukup.
Insulin adalah hormon yang dilepaskan oleh pankreas, yang bertanggungjawab dalam mempertahankan kadar gula darah yang normal. Insulin memasukkan gula ke dalam sel sehingga bisa menghasilkan energi atau disimpan sebagai cadangan energi.

Nah, berapa kadar gula darah yang disebut tinggi? Menurut kriteria diagnostik PERKENI (Perkumpulan Endokrinologi Indonesia) 2006, seseorang dikatakan menderita diabetes jika memiliki kadar gula darah puasa >126 mg/dL dan pada tes sewaktu >200 mg/dL.
Kadar gula darah sepanjang hari bervariasi dimana akan meningkat setelah makan dan kembali normal dalam waktu 2 jam.
Kadar gula darah yang normal pada pagi hari setelah malam sebelumnya berpuasa adalah 70-110 mg/dL darah. Kadar gula darah biasanya kurang dari 120-140 mg/dL pada 2 jam setelah makan atau minum cairan yang mengandung gula maupun karbohidrat lainnya.

 a. Pencegahan Primer
  • Makan seimbang artinya yang dimakan dan yang dikeluarkan seimbang disesuiakan dengan aktifitas fisik dan kondisi tubuh, dengan menghindari makanan yang mengandung tinggi lemak karena bisa menyebabkan penyusutan konsumsi energi. Mengkonsusmsi makanan dengan kandungan karbohidrat yang berserat tinggi dan bukan olahan.
  • Meningkatkan kegiatan olah raga yang berpengaruh pada sensitifitas insulin dan menjaga berat badan agar tetap ideal.
  • Kerjasama dan tanggung jawab antara instansi kesehatan, masyarakat, swasta dan pemerintah, untuk melakukan penyuluhan kepada masyarakat

b. Pencegahan Sekunder
  • Ditujukan pada pendeteksian dini DM serta penanganan segera dan efektif, sehingga komplikasi dapat dicegah.
  • Hal ini dapat dilakukan dengan skrining, untuk menemukan penderita sedini mungkin terutama individu/populasi.
  • Kalaupun ada komplikasi masih reversible / kembali seperti semula.
  • Penyuluhan kesehatan secara profesional dengan memberikan materi penyuluhan seperti : apakah itu DM, bagaimana penatalaksanaan DM, obat-obatan untuk mengontrol glukosa darah, perencanaan makan, dan olah raga.

c. Pencegahan Tersier
  • Upaya dilakukan untuk semua penderita DM untuk mencegah komplikasi.
  • Mencegah progresi dari komplikasi supaya tidak terjadi kegagalan organ.
  • Mencegah kecacatan akibat komplikasi yang ditimbulkan.

Strategi yang bisa dilakukan untuk pencegahan DM adalah :
a. Population/Community Approach (Pendekatan Komunitas) :

Mendidik masyarakat menjalankan gaya hidup sehat dengan cara:
  • Mengendalikan berat badan, glukosa darah, lipid, tekanan darah, asam urat.
  • Menghindari gaya hidup berisiko.
  • Kerjasama dengan semua lapisan masyarakat.

b. Individual High Risk Approach (Pendekatan Individu) :
  • Umur > 40th
  • Obesitas
  • Hipertensi
  • Riwayat keluarga / keturunan
  • Dislipidemia / timbunan lemak dalam darah yang berlebihan
  • Riwayat melahirkan > 4 kg
  • Riwayat DM pada saat kehamilan

Sumber : Sidartawan Sugondo,  FKUI (2009), Potter & Perry, (2005), PERKENI, (2006)

Senin, 22 Februari 2010

PROSES PENUAAN PADA LANSIA



DEFINISI
PENUAAN adalah suatu proses multidimensial yaitu mekanisme kerusakan dan perbaikan di dalam tubuh atau sistem tersebut terjadi secara bergantian pada kecepatan dan saat yang berbeda – beda.

BEBERAPA TEORI PENUAAN
1. TEORI RADIKAL BEBAS
 Radikal bebas adalah molekul atau bagian molekul yang tidak utuh lagi karena sebagian telah pecah atau melepaskan diri.
 Bagian yang pecah atau melepaskan diri ini melekat pada molekul lain dan merusak atau mengubah Struktur atau fungsi molekul yang bersangkutan.
 Menurut Krhon, oksigen sangat reaktif dan oksidasi dari protein, lemak dan hidrat arang dan unsur lain dalam tubuh menghasilkan radikal bebas.
 Dalam proses menua, kecepatan unsur radikal bebas ini bertambah melebihi kecepatan perbaikan dan pemulihannya.
 Vitamin E diduga melindungi mitokondria terhadap pengaruh buruk radikal bebas.
 Vitamin E berfungsi sebagai anti oksidan, sehingga dapat menghambat proses penuaan.
 Kegiatan radikal bebas juga dibangkitkan oleh pengaruh lingkungan, seperti; produk samping dari industri plastik, ozon atmosfer, asap knalpot mobil / motor dan lain-lain.

Saran – saran yang tepat dalam proses penuaan :
♥ Makan makanan yang sesuai dengan porsi dan diit yang tepat
♥ Dosis Vitamin E (d – alfa – tocopherol) :
Usia < 40 tahun = 400 IU/hari Usia > 40 tahun = 800 IU/hari
♥ Dosis vitamin C = 2000 mg/hari
♥ Beta Carotine = 25.000 unit/hari
♥ Protein hewani = diganti protein dari kedelai
♥ Ikan = Sarden, makarel dan salmon
♥ Minyak goreng = harus segar

2. TEORI IMUN
♥ Proses penuaan merupakan suatu proses autoimun, dalam hal ini sistem imun tidak mengenali sel – selnya sendiri.
♥ Respon autoimun merusak sel, termasuk sel – sel imuno kompeten
Kekebalan tubuh menurun mudah terkena infeksi, kanker, penyakit degeneratif, penyakit menurun dan lainnya.
♥ Proses penuaan terutama mempengaruhi sel-T dari imun.

3. TEORI HUBUNGAN – SILANG
♥ Disebut juga teori Kolagen
♥ Hubungan silang terjadi diantara Struktur molekukar yang biasanya terpisah.
♥ Salah satu terjadi Hubungan silang adalah bila terjadi dalam --------- jaringan ikat ------- kolagen tua menjadi kurang dapat larut, lebih kaku ------- permeabilitas sel menurun ------ hambat hantaran nutrien, metabolit antibodi dll, yang melalui pembuluh darah.
♥ Selain kolagen, juga elastin mengalami perubahan, contoh : kulit menjadi kering dan keriput.

4. TEORI GENETIK
♥ Hidup seseorang sudah ditetapkan sebelum lahir pada gen dalam molekul DNA.
♥ Berarti seseorang yang dilahirkan dengan bapak yang panjang umur dimungkinkan keturunannya memiliki perkiraan jangka hidup yang panjang pula.

5. TEORI WEAR & TEAR
♥ Sel somatik normal mempunyai kemampuan normal untuk replikasi dan fungsi terbatas.
♥ Kematian terjadi karena jaringan yang mati selamanya tidak dapat memperbaiki dirinya.
Dengan kesimpulan, organisme mempunyai persediaan energi dengan jumlah yang tetap dan mereka akan membelah berdasarkan waktu tertentu.

EFEK BIOLOGIS PENUAAN
Proses penuaan secara berangsur mengurangi fungsi tubuh dan berbagai organ tubuh. Dalam hal ini sangat bervariasi sesuai kompensasi individu tiap lansia.
1. EFEK UMUM PENUAAN
♥ Proses penuaan dapat menimbulkan Reaksi yang lebih lambat, gerakan lebih kaku dan lambat, koordinasi menurun, sikap tubuh berubah (lebih bongkok), kulit mongering dan keriput, rambut mulai rontok dan beruban.
♥ Diskus intervertebralis menipis, vertebra menipis sehingga tinggi badan menyusut, punggung lebih bongkok (kifosis), tulang – tulang panjang tidak berubah. Batang tubuh memendek, ekstremitas tetap, tampak berlawanan dengan arah.
♥ Otot menyusut, lemak bertambah pada mesentrium (sekitar ginjal), lemak dibawah kulit mengurang / keriput.
♥ Mineral dari tulang berkurang karenanya tulang lebih rapuh (osteoporosis) dan menjadi lebih mudah patah tulang.
♥ Berat badan menurun.
2. EFEK PENUAAN PADA PEMBULUH DARAH
♥ ARTERI
 Tunika Intima arteri menebal, mulai ada tanda arterosklerosis.
 Pada tunika media serat otot diganti jaringan ikat (kolagen).
 Kemampuan dilatasi menurun
 Tekanan darah lebih tinggi karena diameter menurun dan tambah kaku.
 Aorta serta cabang – cabangnya melebar.
Terjadinya proses aterosklerosis :
Dimulai dengan terbentuknya plak – plak ateroma sehingga ;
 Menyempitkan lumen pembuluh, paling banyak terjadi pada aorta, arteri iliaka, koronaria, karotis, renalis dan femoralis.
 Secara patologis dapat terjadi trombosis dan penyumbatan lumen arteri tersebut merusak tunika media aneurisma (arteri abdominalis atau torkalis).
 Aliran darah ke otak dan ginjal menurun.
♥ VENA
 Bila katup – katup rusak, mudah terjadi varices sehingga mudah terjadi trombosis dan emboli paru.
 Tidak banyak gerak (duduk / tidur) dapat meningkatkan terjadinya trombosis vena.
♥ HIPERTENSI
 Karena elastisitas aorta menurun, tahanan Perifer meningkat sehingga terjadinya Hipertensi.
Hipertensi Berhubungan erat dengan penyakit koroner dan Infark miocard dan cedera cerebrovaskuler (stroke).

KUNCI MENUJU LANSIA YANG BAHAGIA, BERGUNA DAN BERKUALITAS




APA ITU BAHAGIA ?
B  :  Berat badan (BB) berlebihan supaya dihindarkan
A  :  Aturlah makanan hingga sesuai / kurangi lemak atau kolesterol
H  :  Hindari faktor – faktor resiko penyakit jantung iskemik / koroner.
A  :  Agar terus merasa berguna dengan mempunyai kegiatan / hobi yang bermanfaat
G  :  Gerak badan teratur wajib terus dilakukan
I    :  Ikuti nasehat dokter dan hindari situasi tegang
A   :  Awasi kesehatan dengan memeriksakan badan secara periodik

Berat badan (BB) berlebih supaya dihindarkan :

BB ideal seseorang adalah 0,9 X (TB – 100)
TB : tinggi badan dalam cm
Contoh :
TB Tn. Margono 160 cm
Jadi BB ideal Tn Kecis adalah 54 kg

Aturlah makanan hingga sesuai / kurangi lemak atau kolesterol :

Cukup gizi lebih sehat, kelebihan gizi membahayakan jantung. Untuk masyarakat pada umumnya dan para werda pada khususnya, disarankan ; Kurangi lemak hewani /lemak jenuh/ kolesterol yang banyak terdapat di daging merah.

Hindari faktor – faktor resiko penyakit jantung iskemik / koroner :
Faktor – faktor yang menyebabkan gangguan peredaran darah otot jantung ;
Merokok, TD tinggi, penyakit gula, kegemukan, kurang gerak fisik, tekanan batin.

Agar terus merasa berguna dengan mempunyai kegiatan / hobi yang bermanfaat :
Pilih kegiatan misal; membaca, mendengarkan ceramah agama, mengarang, melukis, kerajinan tangan, berkebun, berternak.

Gerak badan teratur wajib terus dilakukan :
1.       Dapat memperlambat proses degenerasi karena perubahan usia
2.       Mempermudah untuk menyesuaikan kesehatan jasmani dalam kehidupan (adaptasi)
3.       Fungsi melindungi, yaitu memperbaiki tenaga cadangan dalam fungsinya terhadap bertambahnya tuntutan, misal sakit.


Ikuti nasehat dokter dan hindari situasi tegang :
1.       Berolah raga 2 – 3 kali seminggu
2.       Jangan makan makanan berlemak
3.       Banyak makan sayur dan makanan tinggi serat
4.       Banyak makan buah – buahan
5.       Biasakan sarapan pagi
6.       Miliki rasa humor
7.       Tidur yang cukup (7 – 8 jam)
8.       Hindari tekanan batin yang tidak perlu

Awasi kesehatan dengan memeriksakan badan secara periodik :
Pemeriksaan kesehatan berkala dan konsultasi kesehatan merupakan kunci keberhasilan dari upaya pemeliharaan lansia.

Anda Pengunjung Ke :