Followers

Advertisement (468 x 60px )

Latest News

Senin, 22 Februari 2010

PROSES PENUAAN PADA LANSIA



DEFINISI
PENUAAN adalah suatu proses multidimensial yaitu mekanisme kerusakan dan perbaikan di dalam tubuh atau sistem tersebut terjadi secara bergantian pada kecepatan dan saat yang berbeda – beda.

BEBERAPA TEORI PENUAAN
1. TEORI RADIKAL BEBAS
 Radikal bebas adalah molekul atau bagian molekul yang tidak utuh lagi karena sebagian telah pecah atau melepaskan diri.
 Bagian yang pecah atau melepaskan diri ini melekat pada molekul lain dan merusak atau mengubah Struktur atau fungsi molekul yang bersangkutan.
 Menurut Krhon, oksigen sangat reaktif dan oksidasi dari protein, lemak dan hidrat arang dan unsur lain dalam tubuh menghasilkan radikal bebas.
 Dalam proses menua, kecepatan unsur radikal bebas ini bertambah melebihi kecepatan perbaikan dan pemulihannya.
 Vitamin E diduga melindungi mitokondria terhadap pengaruh buruk radikal bebas.
 Vitamin E berfungsi sebagai anti oksidan, sehingga dapat menghambat proses penuaan.
 Kegiatan radikal bebas juga dibangkitkan oleh pengaruh lingkungan, seperti; produk samping dari industri plastik, ozon atmosfer, asap knalpot mobil / motor dan lain-lain.

Saran – saran yang tepat dalam proses penuaan :
♥ Makan makanan yang sesuai dengan porsi dan diit yang tepat
♥ Dosis Vitamin E (d – alfa – tocopherol) :
Usia < 40 tahun = 400 IU/hari Usia > 40 tahun = 800 IU/hari
♥ Dosis vitamin C = 2000 mg/hari
♥ Beta Carotine = 25.000 unit/hari
♥ Protein hewani = diganti protein dari kedelai
♥ Ikan = Sarden, makarel dan salmon
♥ Minyak goreng = harus segar

2. TEORI IMUN
♥ Proses penuaan merupakan suatu proses autoimun, dalam hal ini sistem imun tidak mengenali sel – selnya sendiri.
♥ Respon autoimun merusak sel, termasuk sel – sel imuno kompeten
Kekebalan tubuh menurun mudah terkena infeksi, kanker, penyakit degeneratif, penyakit menurun dan lainnya.
♥ Proses penuaan terutama mempengaruhi sel-T dari imun.

3. TEORI HUBUNGAN – SILANG
♥ Disebut juga teori Kolagen
♥ Hubungan silang terjadi diantara Struktur molekukar yang biasanya terpisah.
♥ Salah satu terjadi Hubungan silang adalah bila terjadi dalam --------- jaringan ikat ------- kolagen tua menjadi kurang dapat larut, lebih kaku ------- permeabilitas sel menurun ------ hambat hantaran nutrien, metabolit antibodi dll, yang melalui pembuluh darah.
♥ Selain kolagen, juga elastin mengalami perubahan, contoh : kulit menjadi kering dan keriput.

4. TEORI GENETIK
♥ Hidup seseorang sudah ditetapkan sebelum lahir pada gen dalam molekul DNA.
♥ Berarti seseorang yang dilahirkan dengan bapak yang panjang umur dimungkinkan keturunannya memiliki perkiraan jangka hidup yang panjang pula.

5. TEORI WEAR & TEAR
♥ Sel somatik normal mempunyai kemampuan normal untuk replikasi dan fungsi terbatas.
♥ Kematian terjadi karena jaringan yang mati selamanya tidak dapat memperbaiki dirinya.
Dengan kesimpulan, organisme mempunyai persediaan energi dengan jumlah yang tetap dan mereka akan membelah berdasarkan waktu tertentu.

EFEK BIOLOGIS PENUAAN
Proses penuaan secara berangsur mengurangi fungsi tubuh dan berbagai organ tubuh. Dalam hal ini sangat bervariasi sesuai kompensasi individu tiap lansia.
1. EFEK UMUM PENUAAN
♥ Proses penuaan dapat menimbulkan Reaksi yang lebih lambat, gerakan lebih kaku dan lambat, koordinasi menurun, sikap tubuh berubah (lebih bongkok), kulit mongering dan keriput, rambut mulai rontok dan beruban.
♥ Diskus intervertebralis menipis, vertebra menipis sehingga tinggi badan menyusut, punggung lebih bongkok (kifosis), tulang – tulang panjang tidak berubah. Batang tubuh memendek, ekstremitas tetap, tampak berlawanan dengan arah.
♥ Otot menyusut, lemak bertambah pada mesentrium (sekitar ginjal), lemak dibawah kulit mengurang / keriput.
♥ Mineral dari tulang berkurang karenanya tulang lebih rapuh (osteoporosis) dan menjadi lebih mudah patah tulang.
♥ Berat badan menurun.
2. EFEK PENUAAN PADA PEMBULUH DARAH
♥ ARTERI
 Tunika Intima arteri menebal, mulai ada tanda arterosklerosis.
 Pada tunika media serat otot diganti jaringan ikat (kolagen).
 Kemampuan dilatasi menurun
 Tekanan darah lebih tinggi karena diameter menurun dan tambah kaku.
 Aorta serta cabang – cabangnya melebar.
Terjadinya proses aterosklerosis :
Dimulai dengan terbentuknya plak – plak ateroma sehingga ;
 Menyempitkan lumen pembuluh, paling banyak terjadi pada aorta, arteri iliaka, koronaria, karotis, renalis dan femoralis.
 Secara patologis dapat terjadi trombosis dan penyumbatan lumen arteri tersebut merusak tunika media aneurisma (arteri abdominalis atau torkalis).
 Aliran darah ke otak dan ginjal menurun.
♥ VENA
 Bila katup – katup rusak, mudah terjadi varices sehingga mudah terjadi trombosis dan emboli paru.
 Tidak banyak gerak (duduk / tidur) dapat meningkatkan terjadinya trombosis vena.
♥ HIPERTENSI
 Karena elastisitas aorta menurun, tahanan Perifer meningkat sehingga terjadinya Hipertensi.
Hipertensi Berhubungan erat dengan penyakit koroner dan Infark miocard dan cedera cerebrovaskuler (stroke).

Tidak ada komentar:

Loading...

Anda Pengunjung Ke :