Followers

Advertisement (468 x 60px )

Latest News

Jumat, 26 Februari 2010

PENGKAJIAN FISIK PADA LANSIA



1. Identitas Klien
2. Status Kesehatan saat ini
3. Riwayat kesehatan dahulu
4. Riwayat kesehatan keluarga
5. Tinjauan sistem :
  • Pemeriksaan tanda – tanda vital
  • TB dan BB
  • Kulit
  • Ulkus dekubitus
  • Kepala
  • Rambut dan kuku
  • Mata
  • Telinga
  • Hidung
  • Mulut dan gigi
  • Leher
  • Payudara
  • Sistem kardiovaskuler
  • Sistem genitourinarius
  • Sistem muskuloskeletal
  • Sistem persarafan
  • Sistem endokrin
  • Sistem pernapasan
  • Sistem gastrointestinal
6. Pengkajian psikososial
Bertujuan untuk mengkaji personality, mood, emosi perasaan, pola koping, dan kemampuan kognitif serta menentukan bagaimana berperan dalam lingkungan sosial.
Komponen Pengkajian Psikososial :
  • Kemampuan mental atau kognitif
  • Dukungan sosial
  • Fungsi afektif dan status emosi
  • Fungsi tertentu dan perubahan peran
  • Mekanisme koping yang biasa digunakan
  • Pola keluarga dan struktur
  • Sumber yang digunakan dilingkungan atau perkumpulan
  • Sumber keuangan
7. Pengkajian fungsional klien
Komponen Pengkajian Fungsional :
a. Pengkajian kesehatan fisik
b. Riwayat kesehatan
c. Pengkajian perawatan diri
d. KATZ INDEKS :
  • Bathing
  • Dressing
  • Toileting
  • Transfer
  • Continence
  • Feeding

e. Modifikasi dari Bathel Indeks
 Keterangan Nilai :
  • Nilai 130            : Mandiri
  • Nilai 60 – 125   : Ketergantungan sebagian
  • Nilai 60              : Ketergantungan total


f. Pengkajian Status Mental Gerontik Mengidentifikasi Kerusakan Intelektual Menggunakan  
   Short Portable Mental Status Questioner (SPSMQ).
      Rentang Pertanyaan 1 – 10
            (Beri kode √ sesuai jawaban benar atau salah pada kolom yang tersedia)

Keterangan Nilai :
§         Salah 0 – 3       : Fungsi intelektual utuh
§         Salah 4 – 5       : Kerusakan intelektual ringan
§         Salah 6 – 8       : Kerusakan intelektual sedang
§         Salah 9 – 10     : Kerusakan intelektual berat


g. Pengkajian Keseimbangan pada Lansia
      Beri nilai 0 (nol) jika tidak menunjukkan kondisi dibawah ini atau beri nilai 1 (satu) jika klien menunjukkan salah satu kondisi dibawah ini.
      1.  Perubahan posisi atau gerakan keseimbangan
§   Bangun dari kursi
§   Duduk ke kursi
§   Menahan dorongan pada sternum
§   Mata tertutup
§   Perputaran leher
§   Gerakan menggapai sesuatu
§   Membungkuk
      2.  Komponen gaya berjalan atau gerakan
§   Minta klien untuk berjalan ke tempat yang ditentukan
§   Ketinggian langkah kaki
§   Kontinuitas langkah kaki
§   Kesimetrisan langkah
§   Penyimpangan jalur pada saat berjalan
§   Berbalik

                        Intervensi Hasil :
                        0 – 5         : resiko jatuh rendah
                        6 – 10       : resiko jatuh sedang
                        11 – 15     : resiko jatuh tinggi

CONTOH DIAGNOSA KEPERAWATAN PADA LANSIA
1.      Pada Individu
Gangguan mobilisasi b/d adanya peradangan sendi

2.      Pada Keluarga
Resiko gangguan mobilisasi pada lansia A keluarga B b/d ketidakmampuan merawat anggota keluarga dengan masalah mobilisasi.

3.      Pada Komunitas
Resiko terjadinya injury pada lansia diwilayah desa jambu b/d kurangnya pengetahuan dan penyuluhan pada lansia 

Tidak ada komentar:

Anda Pengunjung Ke :