Followers

Advertisement (468 x 60px )

Latest News

Rabu, 23 Desember 2009

TINGKAT PENCEGAHAN DALAM KEPERAWATAN KOMUNITAS



By: Ahmad Kholid, S.Kep., Ns. 


Tingkat pencegahan dalam keperawatan komunitas berfokus pada kebutuhan dasar komunitas, kebiasaan, pola perilaku masyarakat yang tidak sehat, ketidakmampuan masyarakat beradaptasi dengan lingkungan internal & eksternal.
Intervensi Keperawatan Mencakup :
Ø      Pendidikan kesehatan
Ø      Mendemonstrasikan ketrampilan dasar yang dapat dilakukan di komunitas
Ø      Memerlukan keahlian perawat ; melakukan konseling
Ø      Kerjasama lintas program dan lintas sektoral
Ø      Rujukan keperawatan dan non keperawatan apabila diperlukan


Pencegahan berdasarkan pendapat Leavell dan Clark (Prepathogenesis Phase & Pathogenesis Phase).
1.     Prepathogenesis – (Primary Prevention / pencegahan Primer)
Prepathogenesis suatu kejadian penyakit atau masalah kesehatan
Primary prevention merupakan suatu usaha agar masyarakat yang berada dalam stage of optimum health tidak jatuh kedalam stage yang lebih buruk.
Primary Prevention dilakukan dengan 2 cara :
a.     Health Promotion
Yaitu peningkatan status kesehatan masyarakat melalui ;
v     Health education
v     Growth and development monitoring
v     Marriage counseling
v     Sex education
v     Pengendalian lingkungan / P 2 M
v     Askep pre natal
v     Stimulasi dan bimbingan dini
v     Perlindungan gizi
v     Penyuluhan untuk pencegahan keracunan
b.     General and Specific protection
Imunisasi, personal hygiene, accidental safety, kesehatan kerja perlindungan diri dari bahan kimia / toxin, pengendalian sumber pencemaran.
2.     Pathogenesis Phase
a.     Secondary prevention (pencegahan Sekunder)
Yaitu pencegahan terhadap masyarakat yang masih sedang sakit, dengan 2 kegiatan ;
a)     Early diagnosis and prompt treatment (diagnosis dini & pengobatan segera / adekuat), melalui :
Penemuan kasus secara dini, pemeriksaan umum lengkap, penanganan kasus survey terhadap kontak, dll.
b)     Disability limitation (pembatasan kecatatan)
§         Penyempurnaan & identifikasi terapi tujuan
§         Pencegahan komplikasi
§         Perbaikan fasilitas kesehatan
§         Penurunan beban social penderita, dll
b.     Tertiary prevention (pencegahan tersier)
Yaitu usaha pencegahan terhadap masyarakat yang setelah sembuh dari sakit serta mengalami kecatatan antara lain :

Penkesh lanjutan, terapi kerja, perkampungan rehabilitasi social, penyadaran masyarakat, lembaga rehabilitasi, dll.

Tidak ada komentar:

Anda Pengunjung Ke :