Followers

Advertisement (468 x 60px )

Latest News

Minggu, 25 Desember 2011

PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT ASPEK HIGIENE DAN SANITASI (BAGIAN IV - PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA)

Ahmad Kholid

PERILAKU
HIDUP BERSIH DAN SEHAT ASPEK
HIGIENE DAN SANITASI

BAGIAN IV
PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA



Apa itu sampah

Sampah adalah limbah yang bersifat padat, terdiri dari bahan yang bias membusuk (organic) dan tidak membusuk (anorganik) yang dianggap sudah tidak berguan lagi dan harus dikelola agar tidak membahayakan lingkungan dan masyarakat.

Namun demikian anggapan bahwa sampah itu tidak berguna kini mulai memudar, karena  ternyata  kini  sampah  justru  mempunyai  nilai  ekonomi  yang  cukup  tinggi sehingga  “sampah”  bias  menjadi  barang  rebutan,  untuk  diolah  atau  digunakan kembali, dan kemudian dijula sebagai bahan komoditas yang sangat menggiurkan.

Sampah yang dihasilkan di pedesaan relative sedikit dibandingkan dengan lahan di desa  tersebut.  Jenis  sampah  pada  umumnya  berupa  bahan-bahan  organic  yang mudah hancur secara alami oleh alam-lingkungan



Mengapa sampah perlu dikelola

Sampah  harus  dikelola  dengan  baik  dan  benar,  karena  bila  tidak  akan  dapat menjadi tempat perindukan vector bibit penyakit penyakit.

Sampah  akan  menarik  binatang-binatang  yang  dikenal  dalam  aspek  kesehatan dapat menyebarluaskan penyakit, seperti misal lalat, kecoa , tikus, dan anjing.

Penyakit-penyakit yang berkaitan erat dengan sampah yang tidak dikelola dengan benar  antara lain : demam berdarah, disentri, thypus, dan lain-lain



Jenis-jenis sampah

Sampah digolongkan menjadi dua jenis yaitu sampah basah (organic) dan sampah kering (non-organik)

Sampah basah biasanya akan mudah mengalami pembusukan, seperti missal sisa makanan, sisa sayuran, buah-buahan, daun, dan lain-lain

Sampah kering relative sukar dan bahkan tidak dapat mebusuk, separti misal kayu, sisa  kertas,  botol,  plastic,  sisa-sisa  bangunan  (  pecahan  batu,  batu  bata)  seng, logam, kaca, dan lain-lain

Kemana sampah dibuang

Untuk  pedesaan,  pada  umumnya  sampah  biasanya  ditangani  dengan  beberapa cara, yaitu :
·    Dengan dibakar
·    Dibuang ke lubang galian
·    Dibuat kompos



Apa itu 3R

Namun  dengan  berkembangnya  dunia  usaha  dan  juga  ilmu  pengetahuan,  kini sampah  dapat  dikelola  dengan  lebih  menguntungkan,  yaitu  yang  dikenal  dengan istilah pendekatan 3R ( reduce, reuse dan recycle)
Reduce,  adalah  upaya  pengelolaan  sampah  dengan  cara  mungurangi  volume sampah itu sendiri.   Cara ini sifatnya lebih mengarah ke pendekatan pencegahan. Misal kalo beli sayuran pilihlah sayuran yang sesedikit mungkin dibuang, kalo ambil makanan  jangan  berlebihan,  sehingga  akan  mengurangi  makanan  yang  menjadi sampah.

Reuse,  yaitu  suatu  cara  untuk  menggunakan  kembali  sampah  yang  ada,  untuk keperluan  yang  sama  atau  fungsinya  yang  sama.  Misal  botol  sirop  digunakan kembali  untuk  botol  sirop,  atau  untuk  botol  kecap.  Tentunya  proses  ini  harus dilakukan dengan baik, missal dengan dicuci yang benar.

Recycle, atau daur ulang, adalah pemanfaatan limbah melalui pengolahan fisik atau kimia, untuk mengahsilkan produk yang sama atau produk yang lain. Misal sampah oorganik diolah menjadi kompos, besi bekas diolah kembali menjadi barang-barang seni dari besi, dll



Apa peran kader

·    Memberikan  motivasi  kepada  masyarakat  untuk  mengelola  sampah  dengan benar, dan bila mungkin dapat mendatangan keuntungan secara financial
·    Menggalang pihak lain, termasuk dunia usaha untuk memberi bantuan dalam pengelolaan sampah
·    Memanfaatkan   setiap   kesemapatan   untuk   memberi   penyuluhan   kepada masyarakat  tentang  hidup  bersih  dan  sehat  ,  tentang  persampahan  terkait
masalah kesehatan masyarakat

Sumber : Pamsimas

Tidak ada komentar:

Anda Pengunjung Ke :