Copy of foto danau batur

Followers

Advertisement (468 x 60px )

Latest News

Minggu, 13 September 2009

INDIKATOR MASYARAKAT SEHAT

 
Masyarakat  adalah sekumpulan manusia yang saling bergaul, atau dengan istilah lain saling  berinteraksi.  Kesatuan  hidup  manusia  yang  berinteraksi  menurut  suatu  sistem adat  istiadat  tertentu  yang  bersifat  kontinyu  dan  terikat  oleh  suatu  rasa  identitas bersama (Kontjar aningrat, 1990).


Masyarakat atau komunitas adalah menunjuk pada bagian masyarakat yang bertempat tinggal di suatu wilayah (dalam arti geografi) dengan batas -batas tertentu, di mana yang menjadi  dasarnya          adalah interaksi                 yang            lebih        besar         dari      anggota -anggotanya, dibandingkan dengan penduduk diluar batas wilayahnya. (Soerdjono Soekanto, 1982).

  
Masyarakat adalah sekelompok manusia yang mendiami teritorial tertentu dan adanya sifat-sifat yang saling tergantung, adanya pembagian kerja dan kebudayaan bersama. (Mac Iaver, 1957).


Masyarakat      merupakan      sekelompok   manusia yang    telah    cukup   lama     hidup   & bekerjasama,   sehingga   dapat   mengorganisasikan   diri   dan   berfikir   tentang   dirinya sebagai satu kesatuan social dengan batas -batas tertentu (Linton, 1936). 

TIPE – TIPE MASYARAKAT (Menurut Gilin & Gillin)
Dilihat dari sudut perkembangannnya :
1.   Cresive Institution
Lembaga   masyarakat   yang   paling   primer,   merupakan   lembaga -lembaga   yang secara   tidak   disengaja   tumbuh   dari   adat   istiadat   masyarakat,   misalnya   yang menyangkut; hak milik, perkawinan, agama, dsb.
2.   Enacted Institution
Lembaga kemasyarakatan yang sengaja dibentuk untuk memenuhi tujuan tertentu, misalnya; lembaga perdagangan, pertanian, pendidikan, dsb.
Dari sudut sistem nilai yang diterima oleh masyarakat :
1.   Basic Institution
Adalah  lembaga  kemasyaraka tan  yang  sangat  penting  untuk  memelihara  dan mempertahankan tata tertib dalam masyarakat, diantaranya keluarga, sekolah yang dianggap sebagai institusi dasar yang pokok.
2.   Subsidiary Institution
Lembaga-lembaga  kemasyarakatan  yang  muncul  tetapi  dianggap  kura ng  penting karena untuk memenuhi kegiatan  – kegiatan tertentu saja, missal; kepanitian wisuda.
Dari sudut penerimaan masyarakat :
1.   Approved atau social sanctioned institution
Lembaga yang diterima oleh masyarakat, missal; sekolah, koperasi,dll.
2.   Unsanctioned institution
Lembaga     yang    ditolak     oleh     masyarakat      walaupun     masyarakat      tidak     dapat memberantas, missal; penjahat, pelacur, perjudian, dll.

Dari sudut penyebarannya :
1.   General institution
Lembaga masyarakat yang didasarkan atas faktor penyebarannya, missal;  agama.
2.   Restricted institution
Lembaga  agama  yang  dianut  oleh  masyarakat  tertentu  saja,  missal;  hindu -bali, islam-arab, dll.
Dari sudut fungsi :
1.   Operative institution
Lembaga  masyarakat  yang  menghimpun  pola -pola  atau  tata  cara  yang  diperlukan untuk mencapai tujuan lembaga yang bersangkutan, missal; lembaga industri.
2.   Regulative institution
        Lembaga  yang  bertujuan  untuk  mengawasi  adat  istiadat  atau  tata  kelakuan  yang tidak           menjadi   bagian   mutlak   daripada   lembaga   itu   sendiri,   misal;   kejaksaan, pengadilan, dll. 

CIRI – CIRI MASYARAKAT SEHAT
a.  Peningkatan kemampuan masyarakat untuk hidup sehat
b.  Mampu mengenal, mencegah & meningkatkan ni lai kesehatan
c.   Peningkatan mutu lingkungan hidup
d.  Adanya peningkatan status gizi sesuai dengan peningkatan ekonomi
e.  Terjadinya penurunan angka kesakitan dan kematian
INDIKATOR CIRI MASYARAKAT SEHAT (menurut WHO)
1.  Berhungan status kesehatan masyarakat, meliputi  
a.  Indikator komprehensif
Ø   Angka kematian kasar menurun
Ø   Rasio angka mortalitas proporsional rendah
Ø   Umur harapan hidup meningkat   Indikator Spesifik
Ø   Angka kematian ibu & anak menurun
Ø   Angka kematian karena penyakit menular menurun
Ø   Angka kelahiran menurun
2.  Indikator Pelayanan Kesehatan
a.  Rasio antara Nakesh & jumlah penduduk seimbang

b.  Distribusi tenaga kesehatan merata
c.  Informasi lengkap tentang fasilitas kesehatan
d.  Informasi tentang sarana Yankesh RS, Puskesmas, dll.
 Bagi anda yang ingin Artikel ini lebih lengkap silahkan Download di bawah ini Gratis



 

Minggu, 06 September 2009

PENATALAKSANAAN GIGITAN ULAR (SNAKE BITE)

PENATALAKSANAAN GIGITAN ULAR 
(SNAKE BITE)



Definisi
Korban gigitan ular adalah pasien yang digigit ular atau diduga digigit ular.
Ciri-ciri ular berbisa:
1. Bentuk kepala segiempat panjang
2. Gigi taring kecil
3. Bekas gigitan: luka halus berbentuk lengkungan

Ciri-ciri ular tidak berbisa:
1. Bentuk kepala segitiga
2. Dua gigi taring besar di rahang atas
3. Bekas gigitan: dua luka gigitan utama akibat gigi taring

Patofisiologi
Bisa ular mengandung toksin dan enzim yang berasal dari air liur. Bisa tersebut bersifat:
1. Neurotoksin: berakibat pada saraf perifer atau sentral. Berakibat fatal karena paralise otot-otot lurik. Manifestasi klinis: kelumpuhan otot pernafasan, kardiovaskuler yang terganggu, derajat kesadaran menurun sampai dengan koma.
2. Haemotoksin: bersifat hemolitik dengan zat antara fosfolipase dan enzim lainnya atau menyebabkan koagulasi dengan mengaktifkan protrombin. Perdarahan itu sendiri sebagai akibat lisisnya sel darah merah karena toksin. Manifestasi klinis: luka bekas gigitan yang terus berdarah, haematom pada tiap suntikan IM, hematuria, hemoptisis, hematemesis, gagal ginjal.
3. Myotoksin: mengakibatkan rhabdomiolisis yang sering berhubungan dengan mhaemotoksin. Myoglobulinuria yang menyebabkan kerusakan ginjal dan hiperkalemia akibat kerusakan sel-sel otot.
4. Kardiotoksin: merusak serat-serat otot jantung yang menimbulkan kerusakan otot jantung.
5. Cytotoksin: dengan melepaskan histamin dan zat vasoaktifamin lainnya berakibat terganggunya kardiovaskuler.
6. Cytolitik: zat ini yang aktif menyebabkan peradangan dan nekrose di jaringan pada tempat patukan
7. Enzim-enzim: termasuk hyaluronidase sebagai zat aktif pada penyebaran bisa.
Polivalent Anti Bisa Ular Dapat Digunakan Pada Gigitan:
1. Cobra
2. Ancistrodon (ular tanah)
3. Bungarus fasciatus (ular weling)
4. Bungarus candidus (ular weling)
Cobra termasuk jenis neurotoksik yang hebat, sedangkan Ancistrodon termasuk haemolisis yang hebat. Untuk yang lainnya termasuk jenis campuran. 
Derajat Gigitan Ular (Parrish)
1. Derajat 0
- Tidak ada gejala sistemik setelah 12 jam
- Pembengkakan minimal, diameter 1 cm
2. Derajat I
- Bekas gigitan 2 taring
- Bengkak dengan diameter 1 – 5 cm
- Tidak ada tanda-tanda sistemik sampai 12 jam
3. Derajat II
- Sama dengan derajat I
- Petechie, echimosis
- Nyeri hebat dalam 12 jam
4. Derajat III
- Sama dengan derajat I dan II
- Syok dan distres nafas / petechie, echimosis seluruh tubuh
5. Derajat IV
- Sangat cepat memburuk

Penatalaksanaan:
Sebelum dibawa ke rumah sakit:
1. Diistirahatkan dalam posisi horizontal terhadap luka gigitan
2. Bila belum tersedia antibisa, ikatlah 2 ujung yang terkena gigitan. Tindakan ini kurang berguna jika dilakukan lebih dari 30 menit paskagigitan.


Penanganan Korban Gigitan Ular
1. Prinsip-prinsip
a. Menghalangi penyerapan dan penyebaran bisa ular
b. Menetralkan bisa
c. Mengobati komplikasi
2. Pertolongan yang diberikan:
a. Incisi luka pada 1 jam pertama setelah digigit akan mengurangi toksin 50%
b. IVFD RD 16 – 20 tpm.
c. Penisillin Prokain (PP) 1 juta unit pagi dan sore
d. ATS profilaksis 1500 iu
e. ABU 2 flacon dalam NaCl diberikan per drip dalam waktu 30 – 40 menit
f. Heparin 20.000 unit per 24 jam
g. Monitor diathese hemorhagi setelah 2 jam, bila tidak membaik, tambah 2 flacon ABU lagi. ABU maksimal diberikan 300 cc (1 flacon = 10 cc)
h. Bila ada tanda-tanda laryngospasme, bronchospasme, urtikaria atau hipotensi berikan adrenalin 0,5 mg IM, hidrokortisone 100 mg IV
i. Kalau perlu dilakukan hemodialise
j. Bila diathese hemorhagi membaik, transfusi komponen.
k. Observasi pasien minimal 1 x 24 jam
Catatan: jika terjadi anafilaktik syok karena ABU, ABU harus dimasukkan secara cepat sambil diberi adrenalin.
Pemberian ABU
Derajat (Parrish)
Pemberian ABU
0-1
Tidak perlu
2
5 sd 20 cc (1 – 2 ampul)
3-4
40 sd 100 cc (4 – 10 ampul)
Pemeriksaan Laboratorium
Hb, AL, AE, Ct/Bt, Golongan darah, Elektrolit darah, pemeriksaan fungsi ginjal
Sumber :


dr. Monte Selvanus Luigi Kusuma
www.pkugombong.tk
Sudoyo AW, et.al. (ed.) Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I Edisi IV. 2006. FK UI. Jakarta. Hlm. 210-212.

Selasa, 01 September 2009

DOWNLOAD ARTIKEL & ASKEP FREE

Senin, 17 Agustus 2009

PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT

PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT

By : Ahmad Kholid, S.Kep., Ns.
           Mencegah sakit adalah lebih mudah dan murah dari pada mengobati seseorang apabila jatuh sakit. Salah satu cara untuk mencegah hal tersebut adalah dengan bergaya hidup sehat. Gaya hidup sehat adalah segala upaya untuk menerapkan kebiasaan yang baik dalam menciptakan hidup yang sehat dan menghindarkan kebiasaan buruk yang dapat mengganggu kesehatan. Dengan semakin banyaknya penderita penyakit tidak menular (degeneratif) seperti jantung, tekanan darah tinggi, kanker, stress dan penyakit tidak menular lainnya yang disebabkan karena gaya hidup yang tidak sehat, maka untuk menghindarinya kita perlu bergaya hidup yang sehat setiap harinya.


Baca Lebih Lengkap
Untuk Download Klik DISINI

Jumat, 07 Agustus 2009

DOWNLOAD E-BOOK : BUKU SAKU KLINIS (KUMPULAN PENYAKIT)

Buku Saku Klinis - Kumpulan Penyakit


e-Book - Buku Saku Klinis - Kumpulan Penyakit, ini merupakan hasil editing dari beberapa sumber, yang meliputi beberapa sistem Medikal - Bedah - Gerontik - Komunitas, Sekiranya e-Book ini dapat dimanfaatkan oleh teman - teman sejawat & mahasiswa kesehatan, silahkan download e-Book kumpulan penyakit dibawah ini :
DAFTAR ISI E-BOOK

· Pneumonia
· Infeksi Saluran Kemih
· Infeksi Tulang & Jaringan Lunak
· Kaki Diabetikum
· Mionekrosis Klostridium (Gas Ganggren)
· Osteomielitis
· Meningitis
· Meningitis Aseptik
· Endokarditis Bakterialis
· Tuberkulosis
· HIV / AIDS
· Penyakit Lyme
· Nyeri Abdomen
· Gangguan Esofagus & Gaster
· Penyakit Reflek Gastrotroensofagus (GERD)
· Gastropati & Gastritis
· Penyakit Ulkus Peptikum
· Perdarahan Gastrointestinal
· Diare
· Penyakit Divertikular
· Penyakit Radang Usus
· Iskemik Mesentrika
· Pankreas Akut
· Hepatitis
· Gagal Hati Akut
· Sirosis
· Asites
· Penyakit Traktus Billiaris
· Nyeri Dada
· Angina Piktoris
· Infark Miokardium Akut
· Kateter Arteri Pulmonaris (SWAN-GANZ)
· Gagal Jantung
· Kardiomiopati
· Penyakit Katup Jantung
· Penyakit Perikardium
· Diabetes Mellitus
· Tirotoksitosis
· Ketoasidosis Diabetikum
· Hipoglikemia
· Dislipidemia
· Struma Nodosa Non Toksik
· Kista Tiroid
· Rematoid Artritis
· Artritis Deposisi Kristal
· Penyakit Deposit Kalsium Pirofosfat Dihidrat
· Spondiloartropati Seronegatif
· Artritis Infeksiosa
· Sindrom Muskuloskeletal
· Penyakit Jaringan Ikat
· Lupus Eritematosus Sistemik
· Vaskulitis
· Krioglobulemia
· Amiloidosis
· Gagal Ginjal Akut
· Sindrom Hipopituitari
· Sindrom Hiperpituitari
· Gangguan Tiroid
· Gangguan Adrenal
· Gangguan Kalsium
· Gangguan Lipid
· Geriatri & Gerontologi Indonesia
· Proses Menua
· Psikomatis Saluran Pernafasan
· Salesma Akut
· Penyakit – Penyakit Pada Lansia
Download e-Book - Buku Saku Klinis
Klik di Bawah ini ...!




Atau Klik Link Dibawah ini :

Rabu, 22 Juli 2009

ASUHAN KEPERAWATAN SILAHKAN DOWNLOAD

Pada kesempatan kali ini dengan segala keterbatasan & kekurangan, saya persembahkan sedikit kumpulan asuhan keperawatan beberapa sistem yang ada kiranya dapat sebagai bahan bacaan....
selain itu juga saya persilahkan bagi teman - teman yang membutuhkan silahkan download beberapa pilihan dibawah ini :

SYARAF :
EPILEPSI - HIDROCEPHALLUS

Sabtu, 04 Juli 2009

MEDIA PENDIDIKAN KESEHATAN UNTUK OSCA

Media dibawah ini khusus dibuat bagi mahasiswa guna pembelajaran dalam persiapan UAP AKPER khusus bidang keperawatan komunitas, silahkan download pilihan media yang ada dibawah, semoga bermanfaat, selamat belajar & sukses selalu ....
SILAHKAN PILIH / KLIK / DOWNLOAD JUDUL MEDIA DIBAWAH INI :

1. PENDIDIKAN KESEHATAN "KONTRASEPSI MOW"
2. PENDIDIKAN KESEHATAN "SENAM OTAK CEGAH PIKUN"
3. PENDIDIKAN KESEHATAN "KETERGANTUNGAN OBAT NARKOTIKA"
4. PENDIDIKAN KESEHATAN "FLU BURUNG"

5. PEMERIKSAAN TEST MANTOUX








Terima Kasih telah berkunjung....selamat belajar

Senin, 22 Juni 2009

KEPERAWATAN CARING (Baca Disini Free)

Perpustakaan Online Untuk Anda...
Buku Ini membahas tentang Perawatan Caring & Aplikasinya..dengan judul "Assesing and Measuring Caring In Nursing and Health Science"
Silahkan Klik dibawah ini untuk membacanya (FREE Buat Anda)
Semoga bermanfaat Buat Anda

Untuk Baca Klik Pada Gambar Buku Ini !


Terimakasih
http://masmamad.blogspot.com


Jumat, 01 Mei 2009

FLU BABI

FLU BABI
AYO KITA KENALI FLU BABI


By: Ahmad Kholid, S.Kep., Ns.
 


APAKAH FLU BABI ?


Flu babi merupakan kasus-kasus influenza yang disebabkan oleh virus Orthomyxoviridae yang endemik pada populasi babi. Galur Virus flu babi yang telah diisolasi sampai saat ini telah digolongkan sebagai Influenzavirus C atau subtipe Genus Influenzavirus A.
Sumber : Wikipedia
Flu babi adalah penyakit pernapasan yang menjangkiti babi. Disebabkan oleh influenza tipe A, wabah penyakit ini pada babi rutin terjadi dengan tingkat kasus tinggi namun jarang menjadi fatal. (Sumber : BBC online).
Penyakit ini cenderung mewabah di musim semi dan musim dingin tetapi siklusnya adalah sepanjang tahun.
Ada banyak jenis flu babi dan seperti flu pada manusia penyakit ini secara konstan berubah.
Tanda & Gejala Flu Babi
Flu babi menginfeksi manusia tiap tahun dan biasanya ditemukan pada orang-orang yang bersentuhan dengan babi, meskipun demikian ditemukan pula kasus penularan dari manusia ke manusia. Gejala virus termasuk demam, disorientasi, kekakuan pada sendi, muntah-muntah, dan kehilangan kesadaran yang berakhir pada kematian. Flu babi diketahui disebabkan oleh virus influenza A subtipe H1N1 H1N2, H3N1, H3N2, and H2N3.
Apakah manusia bisa terjangkit flu babi?
Cara penularan
Flu babi biasanya tidak menjalar pada manusia, meski kasus sporadis juga terjadi dan biasanya pada orang yang berhubungan dengan babi.
Catatan mengenai kasus penularan dari manusia ke manusia juga sangat jarang.
Penularan manusia pada manusia flu babi diperkirakan menyebar seperti flu musiman - melalui batuk dan bersin.
Dalam wabah yang kini terjadi belum jelas apakah penyakit itu ditularkan dari manusia ke manusia.
Gejala flu babi pada manusia tampaknya serupa dengan gejala-gejala flu musiman manusia.
Cara penularan flu babi melalui udara dan dapat juga melalui kontak langsung dengan penderita. Masa inkubasinya 3 sampai 5 hari. Masyarakat dihimbau untuk mewaspadai seperti halnya terhadap flu burung dengan menjaga perilaku hidup bersih dan sehat, menutup hidung dan mulut apabila bersin, mencuci tangan pakai sabun setelah beraktivitas, dan segera memeriksakan kesehatan apabila mengalami gejala flu.
Apakah ini jenis baru flu babi?
Badan Kesehatan Dunia, WHO, membenarkan bahwa setidaknya sejumlah kasus adalah versi H1N1 influenza tipe A yang tidak pernah ada sebelumnya.
H1N1 adalah virus yang menyebabkan flu musiman pada manusia secara rutin.
Namun versi paling baru H1N1 ini berbeda: virus ini memuat materi genetik yang khas ditemukan dalam virus yang menulari manusia, unggas dan babi.
Virus flu memiliki kemampuan bertukar komponen genetik satu sama lain, dan besar kemungkinan versi baru H1N1 merupakan hasil perpaduan dari berbagai versi virus yang berbeda yang terjadi di satu binatang sumber.
Apakah aman makan daging babi?
Ya. Tidak ada bukti flu babi menular lewat konsumsi daging binatang yang terjangkit.
Namun, daging itu harus dimasak matang, suhu 70C akan membunuh virus itu.
Apakah warga harus khawatir?
Saat muncul jenis baru flu yang memiliki kemampuan menyebar dari manusia ke manusia pihak berwenang mengawai dengan seksama untuk melihat apakah memiliki potensi menyebabkan pandemi.
WHO memperingatkan kasus-kasus di Meksiko dan Amerika Serikat berpotensi menyebabkan pandemi global dan menegaskan situasi ini serius.
Akan tetapi, WHO mengatakan masih terlalu dini untuk menilai situasi ini secara akurat.
Saat ini, WHO mengatakan dunia hampir mendekati situasi pandemi flu dibandingkan tahun-tahun sejak 1968 - tingkat ancamannya adalah tiga dari skala enam.
Tidak ada yang tahu dampak pandemi penyakit ini sepenuhnya, namun para pakar memperingatkan korban tewas bisa mencapai jutaan orang di seluruh dunia.
Pandemi flu Spanyol, yang dimulai tahun 1819 dan juga disebabkan oleh virus H1N1, menewaskan jutaan orang.
Fakta bahwa kasus-kasus di Amerika Serikat sejauh ini memperlihatkan gejala-gejala ringan merupakan berita baik.
Sementara parahnya wabah di Meksiko kemungkinan disebabkan oleh faktor wilayah yang tidak biasa yang kecil kemungkinan terjadi wilayah lain di dunia.
Akan tetapi, fakta bahwa sebagian besar korban berusia muda menunjukkan satu hal yang tidak baisa.
Biasanya flu musiman cenderung melanda kaum berusia tua.
Bagaimana dengan pengobatan dan vaksin?
Pemerintah Amerika mengatakan dua obat yang biasa digunakan untuk mengobati flu, Tamiflu dan Relenza, tampaknya efektif dalam mengatasi kasus-kasus yang terjadi sejauh ini.
Belum jelas keefektifan vaksin flu yang kini ada dalam melindungi manusia dari virus baru ini, karena secara genetik berbeda dengan jenis flu lain.
Ilmuwan Amerika telah mengembangkan satu vaksin baru, namun diperlukan waktu untuk menyempurnakannya dan juga memproduksi dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi permintaan.
Bagaimana dengan flu burung?
Jenis flu burung yang menyebabkan kematian di Asia Tenggara dalam beberapa tahun ini berbeda dengan jenis flu babi yang kini mewabah.
Bentuk baru flu babi ini adalah H1N1 jenis baru, sementara flu burung adalah H5N1.
Para pakar khawatir H5N1 berpotensi menyebabkan pendemi karena kemampuannya bermutasi secara cepat.
Akan tetapi hingga sekarang penyakit itu masih merupakan penyakit unggas.
Mereka yang terjangkit adalah mereka yang berhubungan dengan unggas dan kasus penularan dari manusia ke manusia sangat jarang - tidak ada tanda-tanda bahwa H5N1 sudah bisa menular dari manusia ke manusia dengan mudah.
Bagaimana Tindakan Antisipatif di Indonesia ?
Depkes Waspadai Flu Babi - Guna mengantisipasi munculnya kasus flu babi, Departemen Kesehatan mengirimkan surat edaran kewaspadaan dini kepada jajaran dinas kesehatan dan kantor kesehatan pelabuhan di seluruh provinsi di Indonesia.
Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Departemen Kesehatan (Dirjen P2PL Depkes) Tjandra Yoga Aditama, Minggu (26/4), di Jakarta.  
Ketua Komisi Teknis Kesehatan Dewan Riset Nasional Prof Amin Soebandrio, menjelaskan, flu babi adalah penyakit pernapasan babi yang disebabkan virus influenza tipe A yang sering menyebabkan wabah influenza di babi, dengan angka kematian rendah. Sebagian besar wabah terjadi pada akhir musim dingin dan bulan-bulan di mana juga terjadi wabah flu pada manusia.
Sementara itu, Tjandra Yoga menyatakan pihaknya telah mengirimkan surat edaran kewaspadaan dini ke dinkes dan kantor kesehatan pelabuhan di seluruh provinsi di Indonesia. "Kami telah mengumpulkan jajaran kantor kesehatan pelabuhan se-Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan. Kebetulan semua sedang berkumpul di Makassar untuk mengikuti simulasi pandemi flu burung di Makassar," ujarnya.  
Simulasi episenter pandemi yang dilaksanakan di Makassar pada 25-26 April juga merupakan salah satu upaya persiapan Depkes dan lintas sektor terkait dalam menghadapi berbagai kemungkinan kejadian luar biasa, kata Tjandra Yoga menegaskan  
Sejauh ini, pihaknya tengah mengumpulkan data dan kajian ilmiah mengenai penyakit itu dari berbagai sumber dan terus berkoordinasi dengan Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk memantau perkembangan. Hal ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat keganasan flu babi dan apa bentuk penanganan paling tepat menghadapi ancaman flu babi di Indonesia.  
"Kami juga tengah mempersiapkan kemungkinan pemeriksaan laboratorium untuk flu babi ini," ujarnya menambahkan. Depkes juga berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Peternakan Departemen Pertanian untuk merumuskan langkah-langkah dan membentuk tim zoonosis bersama.
Dikutip : JAKARTA, KOMPAS.com Minggu, 26 April 2009 | 21:24 WIB
Flu Babi Berpotensi Menjadi Pandemi
irektur WHO atau  Organisasi Kesehatan Sedunia, Margaret Chan mengatakan, wabah  flu babi di Mexico dan Amerika Serikat berpotensi menjadi pandemi. 
Menurutnya wabah itu bisa menjadi pandemi karena  menyerang manusia. Tetapi masih terlalu dini untuk mengatakan apakah  flu babi itu bisa menjadi pandemi.
Ia mengadakan pertemuan darurat dengan para pakar hari Sabtu untuk membahas ancaman itu. Antara lain, para pakar diduga akan menganjurkan apakah  WHO harus mengeluarkan peringatan dalam bepergian atau meningkatkan kewaspadaan.
Para Pejabat di Mexico City telah menutup sekolah, museum dan  tempat-tempat umum karena wabah flu babi itu, yang dikatakan oleh pihak berwajib mungkin telah menewaskan lebih dari 60 orang dan menjangkiti kurang lebih  seribu orang.
Dikutip : VOANews.com 28 April 2009

Anda Pengunjung Ke :