Copy of foto danau batur

Followers

Advertisement (468 x 60px )

Latest News

Minggu, 13 September 2009

INDIKATOR MASYARAKAT SEHAT

 
Masyarakat  adalah sekumpulan manusia yang saling bergaul, atau dengan istilah lain saling  berinteraksi.  Kesatuan  hidup  manusia  yang  berinteraksi  menurut  suatu  sistem adat  istiadat  tertentu  yang  bersifat  kontinyu  dan  terikat  oleh  suatu  rasa  identitas bersama (Kontjar aningrat, 1990).


Masyarakat atau komunitas adalah menunjuk pada bagian masyarakat yang bertempat tinggal di suatu wilayah (dalam arti geografi) dengan batas -batas tertentu, di mana yang menjadi  dasarnya          adalah interaksi                 yang            lebih        besar         dari      anggota -anggotanya, dibandingkan dengan penduduk diluar batas wilayahnya. (Soerdjono Soekanto, 1982).

  
Masyarakat adalah sekelompok manusia yang mendiami teritorial tertentu dan adanya sifat-sifat yang saling tergantung, adanya pembagian kerja dan kebudayaan bersama. (Mac Iaver, 1957).


Masyarakat      merupakan      sekelompo manusia yang    telah    cukup   lama     hidu & bekerjasama sehingg dapa mengorganisasika diri   da berfikir   tentan dirinya sebagai satu kesatuan social dengan batas -batas tertentu (Linton, 1936). 

TIPE TIPE MASYARAKAT (Menurut Gilin & Gillin)
Dilihat dari sudut perkembangannnya :
1.   Cresive Institution
Lembaga   masyaraka yan palin primer,   merupaka lembaga -lembag yang secara   tida disengaja   tumbu dari   ada istiada masyarakat misalny yang menyangkut; hak milik, perkawinan, agama, dsb.
2.   Enacted Institution
Lembaga kemasyarakatan yang sengaja dibentuk untuk memenuhi tujuan tertentu, misalnya; lembaga perdagangan, pertanian, pendidikan, dsb.
Dari sudut sistem nilai yang diterima oleh masyarakat :
1.   Basic Institution
Adalah  lembaga  kemasyaraka tan  yang  sangat  penting  untuk  memelihara  dan mempertahankan tata tertib dalam masyarakat, diantaranya keluarga, sekolah yang dianggap sebagai institusi dasar yang pokok.
2.   Subsidiary Institution
Lembaga-lembaga  kemasyarakatan  yang  muncul  tetapi  dianggap  kura ng  penting karena untuk memenuhi kegiatan   kegiatan tertentu saja, missal; kepanitian wisuda.
Dari sudut penerimaan masyarakat :
1.   Approved atau social sanctioned institution
Lembaga yang diterima oleh masyarakat, missal; sekolah, koperasi,dll.
2.   Unsanctioned institution
Lembaga     yang    ditolak     oleh     masyarakat      walaupun     masyarakat      tidak     dapat memberantas, missal; penjahat, pelacur, perjudian, dll.

Dari sudut penyebarannya :
1.   General institution
Lembaga masyarakat yang didasarkan atas faktor penyebarannya, missal;  agama.
2.   Restricted institution
Lembaga  agama  yang  dianut  oleh  masyarakat  tertentu  saja,  missal;  hindu -bali, islam-arab, dll.
Dari sudut fungsi :
1.   Operative institution
Lembaga  masyarakat  yang  menghimpun  pola -pola  atau  tata  cara  yang  diperlukan untuk mencapai tujuan lembaga yang bersangkutan, missal; lembaga industri.
2.   Regulative institution
        Lembaga  yang  bertujuan  untuk  mengawasi  adat  istiadat  atau  tata  kelakuan  yang tida         menjad bagia mutla daripad lembag itu   sendiri,   misal;   kejaksaan, pengadilan, dll. 

CIRI CIRI MASYARAKAT SEHAT
a.  Peningkatan kemampuan masyarakat untuk hidup sehat
b.  Mampu mengenal, mencegah & meningkatkan ni lai kesehatan
c.   Peningkatan mutu lingkungan hidup
d.  Adanya peningkatan status gizi sesuai dengan peningkatan ekonomi
e.  Terjadinya penurunan angka kesakitan dan kematian
INDIKATOR CIRI MASYARAKAT SEHAT (menurut WHO)
1.  Berhungan status kesehatan masyarakat, meliputi  
a.  Indikator komprehensif
Ø   Angka kematian kasar menurun
Ø   Rasio angka mortalitas proporsional rendah
Ø   Umur harapan hidup meningkat   Indikator Spesifik
Ø   Angka kematian ibu & anak menurun
Ø   Angka kematian karena penyakit menular menurun
Ø   Angka kelahiran menurun
2.  Indikator Pelayanan Kesehatan
a.  Rasio antara Nakesh & jumlah penduduk seimbang

b.  Distribusi tenaga kesehatan merata
c.  Informasi lengkap tentang fasilitas kesehatan
d.  Informasi tentang sarana Yankesh RS, Puskesmas, dll.
 Bagi anda yang ingin Artikel ini lebih lengkap silahkan Download di bawah ini Gratis



 

Minggu, 06 September 2009

PENATALAKSANAAN GIGITAN ULAR (SNAKE BITE)

PENATALAKSANAAN GIGITAN ULAR 
(SNAKE BITE)



Definisi
Korban gigitan ular adalah pasien yang digigit ular atau diduga digigit ular.
Ciri-ciri ular berbisa:
1. Bentuk kepala segiempat panjang
2. Gigi taring kecil
3. Bekas gigitan: luka halus berbentuk lengkungan

Ciri-ciri ular tidak berbisa:
1. Bentuk kepala segitiga
2. Dua gigi taring besar di rahang atas
3. Bekas gigitan: dua luka gigitan utama akibat gigi taring

Patofisiologi
Bisa ular mengandung toksin dan enzim yang berasal dari air liur. Bisa tersebut bersifat:
1. Neurotoksin: berakibat pada saraf perifer atau sentral. Berakibat fatal karena paralise otot-otot lurik. Manifestasi klinis: kelumpuhan otot pernafasan, kardiovaskuler yang terganggu, derajat kesadaran menurun sampai dengan koma.
2. Haemotoksin: bersifat hemolitik dengan zat antara fosfolipase dan enzim lainnya atau menyebabkan koagulasi dengan mengaktifkan protrombin. Perdarahan itu sendiri sebagai akibat lisisnya sel darah merah karena toksin. Manifestasi klinis: luka bekas gigitan yang terus berdarah, haematom pada tiap suntikan IM, hematuria, hemoptisis, hematemesis, gagal ginjal.
3. Myotoksin: mengakibatkan rhabdomiolisis yang sering berhubungan dengan mhaemotoksin. Myoglobulinuria yang menyebabkan kerusakan ginjal dan hiperkalemia akibat kerusakan sel-sel otot.
4. Kardiotoksin: merusak serat-serat otot jantung yang menimbulkan kerusakan otot jantung.
5. Cytotoksin: dengan melepaskan histamin dan zat vasoaktifamin lainnya berakibat terganggunya kardiovaskuler.
6. Cytolitik: zat ini yang aktif menyebabkan peradangan dan nekrose di jaringan pada tempat patukan
7. Enzim-enzim: termasuk hyaluronidase sebagai zat aktif pada penyebaran bisa.
Polivalent Anti Bisa Ular Dapat Digunakan Pada Gigitan:
1. Cobra
2. Ancistrodon (ular tanah)
3. Bungarus fasciatus (ular weling)
4. Bungarus candidus (ular weling)
Cobra termasuk jenis neurotoksik yang hebat, sedangkan Ancistrodon termasuk haemolisis yang hebat. Untuk yang lainnya termasuk jenis campuran. 
Derajat Gigitan Ular (Parrish)
1. Derajat 0
- Tidak ada gejala sistemik setelah 12 jam
- Pembengkakan minimal, diameter 1 cm
2. Derajat I
- Bekas gigitan 2 taring
- Bengkak dengan diameter 1 – 5 cm
- Tidak ada tanda-tanda sistemik sampai 12 jam
3. Derajat II
- Sama dengan derajat I
- Petechie, echimosis
- Nyeri hebat dalam 12 jam
4. Derajat III
- Sama dengan derajat I dan II
- Syok dan distres nafas / petechie, echimosis seluruh tubuh
5. Derajat IV
- Sangat cepat memburuk

Penatalaksanaan:
Sebelum dibawa ke rumah sakit:
1. Diistirahatkan dalam posisi horizontal terhadap luka gigitan
2. Bila belum tersedia antibisa, ikatlah 2 ujung yang terkena gigitan. Tindakan ini kurang berguna jika dilakukan lebih dari 30 menit paskagigitan.


Penanganan Korban Gigitan Ular
1. Prinsip-prinsip
a. Menghalangi penyerapan dan penyebaran bisa ular
b. Menetralkan bisa
c. Mengobati komplikasi
2. Pertolongan yang diberikan:
a. Incisi luka pada 1 jam pertama setelah digigit akan mengurangi toksin 50%
b. IVFD RD 16 – 20 tpm.
c. Penisillin Prokain (PP) 1 juta unit pagi dan sore
d. ATS profilaksis 1500 iu
e. ABU 2 flacon dalam NaCl diberikan per drip dalam waktu 30 – 40 menit
f. Heparin 20.000 unit per 24 jam
g. Monitor diathese hemorhagi setelah 2 jam, bila tidak membaik, tambah 2 flacon ABU lagi. ABU maksimal diberikan 300 cc (1 flacon = 10 cc)
h. Bila ada tanda-tanda laryngospasme, bronchospasme, urtikaria atau hipotensi berikan adrenalin 0,5 mg IM, hidrokortisone 100 mg IV
i. Kalau perlu dilakukan hemodialise
j. Bila diathese hemorhagi membaik, transfusi komponen.
k. Observasi pasien minimal 1 x 24 jam
Catatan: jika terjadi anafilaktik syok karena ABU, ABU harus dimasukkan secara cepat sambil diberi adrenalin.
Pemberian ABU
Derajat (Parrish)
Pemberian ABU
0-1
Tidak perlu
2
5 sd 20 cc (1 – 2 ampul)
3-4
40 sd 100 cc (4 – 10 ampul)
Pemeriksaan Laboratorium
Hb, AL, AE, Ct/Bt, Golongan darah, Elektrolit darah, pemeriksaan fungsi ginjal
Sumber :


dr. Monte Selvanus Luigi Kusuma
www.pkugombong.tk
Sudoyo AW, et.al. (ed.) Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I Edisi IV. 2006. FK UI. Jakarta. Hlm. 210-212.

Selasa, 01 September 2009

DOWNLOAD ARTIKEL & ASKEP FREE

Anda Pengunjung Ke :