Copy of foto danau batur

Followers

Advertisement (468 x 60px )

Latest News

Minggu, 25 Desember 2011

PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT ASPEK HIGIENE DAN SANITASI (BAGIAN III - PENGAMANAN AIR MINUM RUMAH TANGGA)


PERILAKU
HIDUP BERSIH DAN SEHAT ASPEK
HIGIENE DAN SANITASI

BAGIAN III
PENGAMANAN AIR MINUM RUMAH TANGGA



Mengapa perlu air bersih

Air  merupakan  kebutuhan  dasar  yang  dipergunakan  sehari-hari  untuk  minum, mandi, cuci, dan keperluan lainnya. Bila kita tidak menggunakan air yang bersih.

Air  banyak  dijumpai  di  alam,  dan  merupakan  benda  social  yang melimpah  ruah seperti kita lihat di laut, sungai, danau dan lain-lain. Namun demikian air yang bersih yang sehat merupakan benda konomi, yang kini susah untuk  diperoleh  bagi masyarakat.

Air   merupakan     suatu   unsure   yang   sangat   penting   dalam   aspek   kesehatan masyarakat,  dimana  air  dapat  menjadi  sumber  dan  tempat  perindukan  dan  media kehidupan  bibit  penyakit.  Banyak  penyakit  yang  tterkait  dengan  air,  baik  air  kotor dan bahkan juga air yang bersih secara fisik, seperti diare, demam berdarah, dll

Air dialam akan digunakan sebagai sumber air baku air minum bagi masyarakat. Air yang   tercemar   akan   menyebabkan   susah   dalam   pengolahanya,   memerlukan teknologi yang kadang-kadang canggih. Untuk  itu  air  dialam  harus  dipelihara, dan diccegah dari pencemaran.

Apa syarat air bersih

Air bersih dan air minum harus memenuhi syarat kesehatan, baik syarat fisik, biologi maupun kimiawi.

Syarat fisik dapat dibedakan melalui inder kita, seperti dapat dilihat, dirasa, dicium, diraba. Secara fisik air  harus memenuhi syarat sbbi:
·    air tidak berwarna, bening/jernih
·    air tidak keruh, bebas dari lumpur, sampah, busa, dll
·    air tidak berasa, tidak rasa asin, tidak rasa asam, tidak payau
·    air tidak bberbau, tidak bau amis, anyir, busuk, tdak bau belerang, dll

Apa manfaat air

Air  yang  bersih  dan  sehat,  akan  memberi  menfaat  bagi  kesehatan  masyarakat, seprti  terhindar  dari  gangguan  penyakit  diare,  cholera,  disentri,  thypus,  penyakit kulit,  dll  Disamping  dari  aspek  penyakit,  air  juga  sangat  penting  untuk  aspek kebersihan diri, atau hygiene perorangan.

Dari sumber air bersih dapat diperoleh

Air bersih untuk kebutuhan dapat diperoleh dari berbagai sumber. Namun seringkali sumber  air  bersih  jauh  dari  lokasi  tempat  tinggal  suatu  kelompok  masyarakat, sehingga sulit dan membutuhkan tenaga dan biaya untuk mendapatkannya.

Sumber-sumber air tersebut adalah:
·    mata air
·    air sumur (bias sumur dalam atau sumur dangkal)
·    air ledeng atau perusaahan air minum
·    air hujan
·    air dalam kemasan



Bagaimana menjaga sumber air bersih

·   Sumber mata air harus dilindungi dari bahan pencemar, baik cemaran fisik, cemaran biologi maupun cemaran kimiawi
·   Sumur gali, sumur pompa, kran-kran umum dan juga mata air harus dijaga bangunannya agar tidak rusak, seperti lantai sumur tidak boleh retak, tidak
rusak, bibir sumur diplester, dll
·   Lingkungan sumber air harus dijaga kebersihannya, seprti tidak boleh untuk tempat pembuangan sampah, tidak ada genangan air, dll
·   Gayung,  timba,  dan  ember  pengambil  air  harus  dijaga  tetap  bersih,  tidak diletakan di lantai.
·   Jarak  sumber  air  (missal  sumur)  tidak  boleh  berdekatan  dengan  tangki jamban keluarga, tidak boleh ada berdekatan dengan kandang ternak.
·   Dan lain-lain

Bagaimana menjaga air minum yang ada di rumah supaya sehat

Meskipun  air  terlihat  bersih,  namun  air  tersebut  belum  tentu  bebas  dari  kuman penyakit. Untuk itu air harus direbus dulu sampai mendidih, karena kuman akan mati ppada suhu 100 derjat C (saat air ,mendidih).

Disamping cara tersebut diatas, ada beberapa cara untuk membunuh kuman dalam air,  misal  derngan  member  bahan-bahan  kimia  terbatas  yang  sudah  dinyatakan aman bagi kesehatan (misal air rahmat, sodis, dll)

Apa peran kader

·    Melakukan  pendataan  rumah  tangga  mana  yang  sudah  dan  yang  belum memiliki ketersedian air bersih/air minum di rumahnya

·    Bersama    dengan   tokoh    masyarakat/pemerintah   desa,    berusaha   untuk mencari sumber air, berupaya mencari jalan kemudahan n=bagi masyarakat untuk mendapatkan air bersih bagi lingkungannya
·    Membentk   kelompok   pemakai   air   (pokmair   misalnay)   untuk   mengawasi sumber  air,  memelihara  saluran  air  dan  memperbaiki  kerusakan  bilamana terjadi
·    Menggalang pihak lain, termasuk dunia usaha untuk member bantuan dalam penyedian air bersih dan air minum
·    Memanfaatkan   setiap   kesemapatan   untuk   memberi   penyuluhan   kepada masyarakat  tentang  hidup  bersih  dan  sehat  ,  tentang  air  yang  sehat  bagi masyarakat, dll.

Sumber : Pamsimas

Selasa, 13 Desember 2011

PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT ASPEK HIGIENE DAN SANITASI BAGIAN II (CUCI TANGAN PAKAI SABUN)

Ahmad Kholid


PERILAKU
HIDUP BERSIH DAN SEHAT ASPEK
HIGIENE DAN SANITASI

BAGIAN II (CUCI TANGAN PAKAI SABUN)


Latar belakang

Dari   aspek   kesehatan   masyarakat,   khususnya   pola   penyebaran   penyakit menular,  cukup  banyak  penyakit  yang  dapat  dicegah  melalui  kebiasan  atau perilaku   higienes   dengan   cuci   tangan   pakai   sabun   (CTPS),   seperti   miisal penyakit diare, typhus perut, kecacingan, flu burung, dan bahkan flu babi yang kini cukup menghebohkan dunia.

Seperti  halnya  perilaku  buang  air  besar  sembarangan,  perilaku  cuci  tangan, terlebih cuci tangan pakai sabun merupakan masih merupakan sasaran penting dalam  promosi  kesehatan,  khususnya  terkait  perilaku  hidup  bersih  dan  sehat. Hal ini disebabkasn perilaku tersebut masih sangat rendah, dimana baru
·    12% masyarakat yang cuci tangan pakai sabun setelah buang air besar,
·    hanya    9%    ibu-ibu    yang    mencuci   tangan    pakai    sabun    setelah membersihkan tinja bayi dan balita,
·    hanya  sekitar  7%  masyarakat  yang  cuci  tangan  pakai  sabun  sebelum memberi makan kepada bayi,
·    baru 14% masyarakat cuci tangan pakai sabun sebelum makan.

Dengan perilaku cuci tangan yang benar, yaitu pakai sabun dan menggunakan
air bersih yang mengalir  akan dapat menurunkan kejadian diare sampai 45%.



Mengapa perlu CTPS

Perilaku cuci tangan pakai sabun ternyata bukan merupakan perilaku yang biasa dilakukan sehari-hari oleh masyarakat pada umumnya.  Rendahnya perilaku cuci tangan  pakai  sabun  dan  tingginya  tingkat  efektifitas  perilaku  cuci  tangan  pakai sabun dalam mencegah penularan penyakit, maka sangat penting adanya upaya promosi  kesehatan  bermaterikan  peningkatan  cuci  tangan  tersebut.  Dengan demikian dapat dipahami betapa perilaku ini harus dilakukan, antara lain karena berbagai alas an sbb:
a.  Mencuci   tangan   pakai   sabun   dapat    mencegah   penyakit   yang   dapat menyebabkan ratusan ribu anak meninggal setiap tahunya.
b.  Mencuci tangan dengan air saja tidak cukup
c.   CTPS adalah satu-satunya intervensi kesehatan yang paling “cost-effective”
jika dibanding dengan hasil yang diperolehnya.



Kapan harus cuci tangan

Ada 5 waktu kritis untuk cuci tangan pakai sabun yang harus diperhatikan, yaitu saat-saat sebagai berikut:
a.  Sebelum kanan
b.  Sebelum menyiapkan makanan c.   Setelah buang air besar
d.  Setelah menceboki bayi/anak
e.  Setelah memegang unggas/hewan

Selain  5  waktu  kritis  tersebut,  ada  beberap  waktu  lain  yang  juga  penting  dan harus dilakukancuci tangan, yaitu:
-     Sebelum menyusui bayi
-     Setelah battuk/bersin dan membersihkan hidung
-     Setelah membersihkan sampah
-     Setelah bermain di tanah atau lantai (terutama bagi anak-anak)

Apa manfaat cuci tangan

Ada beberapa manfaat yang diperoleh setelah seseorang melakukancuci tangan pakai sabun, yaitu antara lain:
a.  membunuh kuman penyakit yang ada ditangan
b.  mencegah penularan penyakit, seperti disentr, flu burung, flu babi, typhus, dll
c.   tangan menjadi bersih dan bebas dari kuman

Bagaimana mencuci tangan yang benar

1. Basahi sampai bersih dan rata tangan kita dengan air bersih yang mengalir.
2. Sabuni telapak tangan kita sampai berbusa secukupnya dengan sabun batang / cair yang dapat membunuh kuman.
3. Usap-usap kedua telapak tangan kita sampai rata.
4. Usap kedua bagian punggung tangan sampai merata.
5. Bersihkan jari dan kuku jari kita sampai bersih.
6. Bilas dengan air bersih yang mengalir sampai busa sabun tidak ada yang tersisa.
7. Lap tangan kita dengan lap tangan atau tisu yang bersih sampai kering.



Apa peran kader  masyarakat

Kader  kesehatan,  atau  kelompok  masyarakat  desa  yang  berkesdaran  untuk memajukan dan meningkatkan derajat kesehatan mempunyai peran yang sangat penting dalam promosi perilaku cuci tangan pakai sabun, diantaranya adalah:
a.  memanfaatkan   setiap    kesempatan    di    dusun/desa   untuk    memberikan penyuluhan tentang pentingnya perilaku CTPS
b.  mengadakan kegiatan yang sifatnya suatu gerakan” cuci tangan pakai sabun sehingga  dapat  menarik  perhatian  masyarakat,  seperti  pada  hari  besar kesehatan, pesta desa, dll


Sumber : Pamsimas

Anda Pengunjung Ke :