Followers

Advertisement (468 x 60px )

Latest News

Kamis, 26 November 2009

TIPS SEHAT BAGI ANDA


PENYAKIT KAKI GAJAH (Filariasis atau Elephantiasis)

Penyakit Kaki Gajah (Filariasis atau Elephantiasis) adalah golongan penyakit menular yang disebabkan oleh cacing Filaria yang ditularkan melalui berbagai jenis nyamuk. Setelah tergigit nyamuk, parasit (larva) akan menjalar dan ketika sampai pada jaringan sistem lympa maka berkembanglah menjadi penyakit tersebut.
Baca lebih lengkap...... KLIK DISINI



WASPADA DEMAM BERDARAH


Demam berdarah adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Demam Berdarah (Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus) dan dapat menyebabkan KEMATIAN.

Di mana Nyamuk Demam Berdarah Berkembang Biak?

Di tempat-tempat penampungan air bersih di dalam rumah maupun di sekitar lingkungan kita, seperti : bak mandi/WC, tempayan, drum, tempat minum burung, vas bunga/pot tanaman air, kaleng bekas, ban bekas, botol, tempurung kelapa, plastik yang dibuang di sembarang tempat, talang air yang rusak dan saluran air hujan yang tidak lancar, pagar atau potongan bambu yang berlubang, dsb.
Baca lebih lengkap....KLIK DISINI


TIPS PENANGANAN BANJIR

SAAT BANJIR :
  • Evakuasi keluarga ketempat yang lebih tinggi
  • Matikan peralatan listrik/sumber listrik
  • Amankan barang-barang berharga dan dokumen penting ke tempat yang aman
  • Ikut mendirikan tenda pengungsian, pembuatan dapur umum
  • Terlibat dalam pendistribusian bantuan
  • Mengusulkan untuk mendirikan pos kesehatan

  • Menggunakan air bersih dengan efisien
 Baca lebih lengkap.....KLIK DISINI



jmjhkhk


PENYAKIT KAKI GAJAH (Filariasis / Elephantiasis)


Penyakit Kaki Gajah (Filariasis atau Elephantiasis) adalah golongan penyakit menular yang disebabkan oleh cacing Filaria yang ditularkan melalui berbagai jenis nyamuk. Setelah tergigit nyamuk, parasit (larva) akan menjalar dan ketika sampai pada jaringan sistem lympa maka berkembanglah menjadi penyakit tersebut.

Penyakit ini bersifat menahun (kronis) dan bila tidak mendapatkan pengobatan, dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin baik perempuan maupun laki-laki. Penyakit Kaki Gajah bukanlah penyakit yang mematikan, namun demikian bagi penderita mungkin menjadi sesuatu yang dirasakan memalukan bahkan dapat mengganggu aktifitas sehari-hari.

Penyakit Kaki Gajah umumnya banyak terdapat pada wilayah tropis. Menurut info dari WHO, urutan negara yang terdapat penderita mengalami penyakit kaki gajah adalah Asia Selatan (India dan Bangladesh), Afrika, Pasifik dan Amerika. Belakangan banyak pula terjadi di negara Thailan dan Indonesia (Asia Tenggara).

  • Penularan Penyakit Kaki Gajah


  • Penyakit ini ditularkan melalui nyamuk yang menghisap darah seseorang yang telah tertular sebelumnya. Darah yang terinfeksi dan mengandung larva dan akan ditularkan ke orang lain pada saat nyamuk yang terinfeksi menggigit atau menghisap darah orang tersebut.

    Tidak seperti Malaria dan Demam berdarah, Filariasis dapat ditularkan oleh 23 spesies nyamuk dari genus Anopheles, Culex, Mansonia, Aedes & Armigeres. Karena inilah, Filariasis dapat menular dengan sangat cepat.

  • Tanda dan Gejala Penyakit Kaki Gajah




  • Seseorang yang terinfeksi penyakit kaki gajah umumnya terjadi pada usia kanak-kanak, dimana dalam waktu yang cukup lama (bertahun-tahun) mulai dirasakan perkembangannya.

    Adapun gejala akut yang dapat terjadi antara lain :
    • Demam berulang-ulang selama 3-5 hari, demam dapat hilang bila istirahat dan muncul lagi setelah bekerja berat
    • Pembengkakan kelenjar getah bening (tanpa ada luka) didaerah lipatan paha, ketiak (lymphadenitis) yang tampak kemerahan, panas dan sakit
    • Radang saluran kelenjar getah bening yang terasa panas dan sakit yang menjalar dari pangkal kaki atau pangkal lengan kearah ujung (retrograde lymphangitis)
    • Filarial abses akibat seringnya menderita pembengkakan kelenjar getah bening, dapat pecah dan mengeluarkan nanah serta darah
    • Pembesaran tungkai, lengan, buah dada, buah zakar yang terlihat agak kemerahan dan terasa panas (early lymphodema)

    Sedangkan gejala kronis dari penyakit kaki gajah yaitu berupa pembesaran yang menetap (elephantiasis) pada tungkai, lengan, buah dada, buah zakar (elephantiasis skroti).

  • Pemeriksaan Diagnostik Penyakit Kaki Gajah


  • Penyakit kaki gajah ini umumnya terdeteksi melalui pemeriksaan mikroskopis darah, Sampai saat ini hal tersebut masih dirasakan sulit dilakukan karena microfilaria hanya muncul dan menampilkan diri dalam darah pada waktu malam hari selama beberapa jam saja (nocturnal periodicity).

    Selain itu, berbagai methode pemeriksaan juga dilakukan untuk mendiagnosa penyakit kaki gajah. Diantaranya ialah dengan system yang dikenal sebagai Penjaringan membran, Metode konsentrasi Knott dan Teknik pengendapan.

    Metode pemeriksaan yang lebih mendekati kearah diagnosa dan diakui oleh pihak WHO adalah dengan jalan pemeriksaan sistem "Tes kartu", Hal ini sangatlah sederhana dan peka untuk mendeteksi penyebaran parasit (larva). Yaitu dengan cara mengambil sample darah sistem tusukan jari droplets diwaktu kapanpun, tidak harus dimalam hari.

  • Penanganan dan Pengobatan Penyakit Kaki Gajah


  • Tujuan utama dalam penanganan dini terhadap penderita penyakit kaki gajah adalah membasmi parasit atau larva yang berkembang dalam tubuh penderita, sehingga tingkat penularan dapat ditekan dan dikurangi.

    Dietilkarbamasin {diethylcarbamazine (DEC)} adalah satu-satunya obat filariasis yang ampuh baik untuk filariasis bancrofti maupun malayi, bersifat makrofilarisidal dan mikrofilarisidal. Obat ini tergolong murah, aman dan tidak ada resistensi obat. Penderita yang mendapatkan terapi obat ini mungkin akan memberikan reaksi samping sistemik dan lokal yang bersifat sementara dan mudah diatasi dengan obat simtomatik.

    Dietilkarbamasin tidak dapat dipakai untuk khemoprofilaksis. Pengobatan diberikan oral sesudah makan malam, diserap cepat, mencapai konsentrasi puncak dalam darah dalam 3 jam, dan diekskresi melalui air kemih. Dietilkarbamasin tidak diberikanpada anak berumur kurang dari 2 tahun, ibu hamil/menyusui, dan penderita sakit berat atau
    dalam keadaan lemah.

    Namun pada kasus penyakit kaki gajah yang cukup parah (sudah membesar) karena tidak terdeteksi dini, selain pemberian obat-obatan tentunya memerlukan langkah lanjutan seperti tindakan operasi.

  • Pencegahan Penyakit Kaki Gajah


  • Bagi penderita penyakit gajah diharapkan kesadarannya untuk memeriksakan kedokter dan mendapatkan penanganan obat-obtan sehingga tidak menyebarkan penularan kepada masyarakat lainnya. Untuk itulah perlu adanya pendidikan dan pengenalan penyakit kepada penderita dan warga sekitarnya.

    Pemberantasan nyamuk diwilayah masing-masing sangatlah penting untuk memutus mata rantai penularan penyakit ini. Menjaga kebersihan lingkungan merupakan hal terpenting untuk mencegah terjadinya perkembangan nyamuk diwilayah tersebut.



    Sumber : Promkes Depkes. RI. 2009

    Nursing Community: TIPS PENANGANAN BANJIR

    Nursing Community: TIPS PENANGANAN BANJIR

    TIPS PENANGANAN BANJIR



    SEBELUM BANJIR
    • Kerja bakti membersihkan saluran air
    • Melaksanakan kegiatan 3M (Menguras, Menutup dan Menimbun) benda-benda yang dapat menjadi sarang nyamuk
    • Membuang sampah pada tempatnya
    • Menyediakan bak penyimpanan air bersih
    SAAT BANJIR
    • Evakuasi keluarga ketempat yang lebih tinggi
    • Matikan peralatan listrik/sumber listrik
    • Amankan barang-barang berharga dan dokumen penting ke tempat yang aman
    • Ikut mendirikan tenda pengungsian, pembuatan dapur umum
    • Terlibat dalam pendistribusian bantuan
    • Mengusulkan untuk mendirikan pos kesehatan
    • Menggunakan air bersih dengan efisien
    Sesudah Banjir
    • Membersihkan tempat tinggal dan lingkungan rumah
    • Melakukan pembrantasan sarang nyamuk ( PSN )
    • Terlibat dalam kaporitisasi sumur gali
    • Terlibat dalam perbaikan jamban dan saluran pembuangan air limbah (SPAL)

      Sumber : Pusat Penanggulangan Krisis - Depkes. RI. 2009

    Nursing Community: WASPADA DEMAM BERDARAH

    Nursing Community: WASPADA DEMAM BERDARAH

    WASPADA DEMAM BERDARAH

    Apa itu Demam Berdarah?


    Demam berdarah adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Demam Berdarah (Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus) dan dapat menyebabkan KEMATIAN.

    Di mana Nyamuk Demam Berdarah Berkembang Biak?

    Di tempat-tempat penampungan air bersih di dalam rumah maupun di sekitar lingkungan kita, seperti : bak mandi/WC, tempayan, drum, tempat minum burung, vas bunga/pot tanaman air, kaleng bekas, ban bekas, botol, tempurung kelapa, plastik yang dibuang di sembarang tempat, talang air yang rusak dan saluran air hujan yang tidak lancar, pagar atau potongan bambu yang berlubang, dsb.

    Apa tanda/gejalanya?


    * Mendadak panas tinggi selama 2 sampai 7 hari.
    * Tampak lemah dan lesu.
    * Timbul bintik-bintik merah pada kulit.
    * Sering terasa nyeri di ulu hati.
    * Kadang-kadang terjadi perdarahan di hidung (mimisan) dan di bawah kulit.
    * Kadang terjadi muntah atau berak darah.
    * Bila sudah parah, penderita gelisah, tangan dan kaki dingin serta berkeringat. Bila tidak segera ditolong dapat menimbulkan kematian.

    Apa yang harus dilakukan?

    1. Jika ada gejala tersebut di atas, maka :

    * Beri minum sebanyak mungkin.
    * Kompres agar panasnya turun.
    * Berikan obat penurun panas, misalnya Paracetamol.
    * Segera bawa ke Poliklinik, Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat!

    2. Berantas jentik dan hindari gigitan nyamuk Demam Berdarah dengan cara 3M Plus yaitu :


    * Menguras tempat-tempat penampungan air (bak mandi/WC, tempayan, ember , vas bunga , dsb) seminggu sekali.
    * Menutup rapat semua tempat penampungan air seperti ember, gentong dan drum.
    * Mengubur barang-barang bekas yang ada di sekitar atau di luar rumah yang dapat menampung air hujan seperti kaleng bekas, botol, plastik dan tempurung kelapa.
    * Menaburkan bubuk abate atau altosid 2-3 bulan sekali di tempat air yang sulit dikuras atau tempat sulit air.
    * Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk.
    * Cegah gigitan nyamuk dengan menggunakan obat nyamuk, memakai obat repelant, memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi dsb.


    (Sumber : Brosur WASPADA DEMAM BERDARAH CEGAH DENGAN 3M PLUS!, oleh : Pusat Komunikasi Publik Setjend Depkes RI)

    Sabtu, 21 November 2009

    TIPS SEHAT BAGI ANDA

    Banyak orang yang masih mengganggap penyakit diabetes merupakan penyakit orang tua atau penyakit yang hanya timbul karena faktor keturunan. Padahal, setiap orang dapat mengidap diabetes, baik tua maupun muda, termasuk Anda. Namun, yang perlu anda pahami adalah anda tidak sendiri.
    Menurut data WHO, Indonesia menempati urutan ke-4 terbesar dalam jumlah penderita Diabetes Mellitus di dunia. Pada tahun 2000 yang lalu saja, terdapat sekitar 5,6 juta penduduk Indonesia yang mengidap diabetes.
    Diabetes mellitus adalah suatu penyakit dimana kadar glukosa (gula sederhana) di dalam darah tinggi karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara cukup.
    Insulin adalah hormon yang dilepaskan oleh pankreas, yang bertanggungjawab dalam mempertahankan kadar gula darah yang normal. Insulin memasukkan gula ke dalam sel sehingga bisa menghasilkan energi atau disimpan sebagai cadangan energi.
    Untuk baca lebih lengkap KLIK DISINI


    KEJANG DEMAM PADA ANAK &
    CARA MENGATASI DI RUMAH

    Kejang demam, atau sering kita sebut step, adalah kejang yang biasa terjadi pada anak usia 6 bulan sampai 5 tahun. Walaupun demikian, tidak menutup kemungkinan anak di luar rentang usia ini juga terkena.
    Kejang demam timbul akibat naiknya suhu tubuh secara tiba-tiba. Biasanya akibat demam di atas 38 derajat Celsius. Ada berbagai macam penyebab kenaikan suhu tubuh yang tiba-tiba. Paling sering karena infeksi, baik infeksi bakteri maupun virus. Misalnya radang amandel (tonsilitis) atau radang tenggorok (faringits).
    Kejang demam biasanya berlangsung beberapa detik atau menit. Kadang-kadang sampai 15 menit. Tetapi kebanyakan hanya berlangsung hanya dua atau tiga menit.
    Saat kejang, anak akan mengalami berbagai macam gejala seperti :
    1. Anak hilang kesadaran
    2. Tangan dan kaki kaku atau tersentak-sentak
    3. Sulit bernapas
    4. Busa di mulut
    5. Wajah dan kulit menjadi pucat atau kebiruan
    6. Mata berputar-putar, sehingga hanya putih mata yang terlihat.
    Setelah kejang, anak akan mulai berangsur sadar. Biasanya, kesadaran pulih sepenuhnya setelah 10 sampai 15 menit. Dalam masa ini, anak agak sensitif (irritable) dan mungkin tidak mengenali orang di sekitarnya.
    Saat terjadi kejang demam, orang tua tidak perlu panik. Beberapa hal yang perlu diingat atau tindakan yang perlu diambil adalah :
    1. Letakkan anak ditempat yang aman, misalnya di lantai atau kasur. Pindahkan dari sekitar anak, semua benda yang mungkin berbahaya atau dapat menimbulkan luka.
    2. Jangan memasukkan apapun ke dalam mulut anak, misalnya jari tangan, sendok, atau kayu.
    3. Jangan mengguncang-guncang atau berusaha membangunkan anak.
    4. Jangan menahan tubuh anak yang kejang. Biarkan gerakan kejang berlangsung apa adanya.
    5. Jika anak sudah berhenti kejang, miringkan anak.
    6. Catat lamanya kejang dan apa yang dialami anak selama kejang. Catatan ini penting bagi dokter atau praktisi medis untuk menilai kejang demam anak.
    7. Setelah kejang berhenti, segera bawa anak ke dokter, puskesmas, atau rumah sakit terdekat.
    8. Jika kejang berlangsung lebih dari lima menit, penanganan gawat darurat harus dilakukan segera untuk menghentikan kejang. Jika memungkinkan, panggil segera petugas medis untuk memberikan penanganan tersebut.
    Penting diketahui orang tua bahwa :
    1. Anak tidak merasakan nyeri atau tidak nyaman selama kejang.
    2. Kejang demam bukanlah epilepsi atau ayan, sehingga tidak perlu minum obat secara teratur seperti halnya pada epilepsi.
    3. Kejang yang berlangsung singkat tidak menyebabkan kerusakan otak. Bahkan kejang yang berlangsung agak lama hampir tidak pernah membahayakan.
    4. Anak yang pernah menderita kejang demam tumbuh sehat seperti halnya anak lainnya.
    5. Kadang-kadang, jika anak pernah mengalami kejang yang lama, perlu orang tua perlu menyediakan diazepam rektal (diberikan lewat anus) di rumah untuk mengantisipasi kejadian serupa di waktu mendatang. Diskusikan dengan dokter atau praktisi medis lainnya mengenai hal ini.
    Sumber : Wartamedika

      MENGENAL PENYAKIT KAKI GAJAH 


      Penyakit Kaki Gajah (Filariasis atau Elephantiasis) adalah golongan penyakit menular yang disebabkan oleh cacing Filaria yang ditularkan melalui berbagai jenis nyamuk. Setelah tergigit nyamuk, parasit (larva) akan menjalar dan ketika sampai pada jaringan sistem lympa maka berkembanglah menjadi penyakit tersebut.
      Penyakit Kaki Gajah umumnya banyak terdapat pada wilayah tropis. Menurut info dari WHO, urutan negara yang terdapat penderita mengalami penyakit kaki gajah adalah Asia Selatan (India dan Bangladesh), Afrika, Pasifik dan Amerika. Belakangan banyak pula terjadi di negara Thailan dan Indonesia (Asia Tenggara).

      Baca lebih lengkap..... KLIK DISINI




      Demam berdarah adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Demam Berdarah (Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus) dan dapat menyebabkan KEMATIAN.
      * Mendadak panas tinggi selama 2 sampai 7 hari.
      * Tampak lemah dan lesu.
      * Timbul bintik-bintik merah pada kulit.
      * Sering terasa nyeri di ulu hati.
      * Kadang-kadang terjadi perdarahan di hidung (mimisan) dan di bawah kulit.
      * Kadang terjadi muntah atau berak darah.
      * Bila sudah parah, penderita gelisah, tangan dan kaki dingin serta berkeringat. Bila tidak segera ditolong dapat menimbulkan kematian.
      Baca lebih lengkap......KLIK DISINI





      SAAT BANJIR:
      • Evakuasi keluarga ketempat yang lebih tinggi
      • Matikan peralatan listrik/sumber listrik
      • Amankan barang-barang berharga dan dokumen penting ke tempat yang aman
      • Ikut mendirikan tenda pengungsian, pembuatan dapur umum
      • Terlibat dalam pendistribusian bantuan
      • Mengusulkan untuk mendirikan pos kesehatan
      •  
      • Menggunakan air bersih dengan efisien

        Baca lebih lengkap......KLIK DISINI


      TIPS MENGHADAPI ANGIN PUTING BELIUNG

      PADA SAAT  DATANGNYA ANGIN
      1. Bila dalam keadaan bahaya segeralah ke tempat perlindungan ( bunker )
      2. Jika anda berada di dalam bangunan seperti rumah, gedung perkantoran, sekolah, rumah sakit, pabrik, pusat perbelanjaan, gedung pencakar langit, maka yang anda harus lakukan adalah segera menuju ke ruangan yang telah dipersiapkan untuk menghadapi keadaan tersebut seperti sebuah ruangan yang dianggap paling aman, basement, ruangan anti badai, atau di tingkat lantai yang paling bawah. Bila tidak terdapat basement, segeralah ke tengah tengah ruangan pada lantai terbawah, jauhilah sudut sudut ruangan, jendela, pintu, dan dinding terluar bangunan. Semakin banyak sekat dinding antara diri anda dengan dinding terluar gedung semakin aman. Berlindunglah di bawah meja gunakan lengan anda untuk melindungi kepala dan leher anda. Jangan pernah membuka jendela.
      3. Jika anda berada di dalam kendaraan bermobil, segeralah hentikan dan tinggalkan, kendaraan anda serta carilah tempat perlindungan yang terdekat seperti yang telah disebutkan di atas.
      4. Jika anda berada di luar ruangan dan jauh dari tempat perlindungan, maka yang anda harus lakukan adalah sebagai berikut:





      Download flash ini silahkan klik dibawah
      DOWNLOAD

      Jumat, 13 November 2009

      KUNCI MENUJU LANSIA BAHAGIA


      KUNCI MENUJU LANSIA YANG BAHAGIA, BERGUNA DAN BERKUALITAS
      Created By: Ahmad Kholid, S.Kep., Ns.
      http://masmamad.blogspot.com

      APA ITU BAHAGIA ?
      B : Berat badan (BB) berlebihan supaya dihindarkan
      A : Aturlah makanan hingga sesuai / kurangi lemak atau kolesterol
      H : Hindari faktor – faktor resiko penyakit jantung iskemik / koroner.
      A : Agar terus merasa berguna dengan mempunyai kegiatan / hobi yang bermanfaat
      G : Gerak badan teratur wajib terus dilakukan
      I : Ikuti nasehat dokter dan hindari situasi tegang
      A : Awasi kesehatan dengan memeriksakan badan secara periodik

      Berat badan (BB) berlebih supaya dihindarkan :
      BB ideal seseorang adalah 0,9 X (TB – 100)
      TB : tinggi badan dalam cm
      Contoh :
      TB Tn. Margono 160 cm
      Jadi BB ideal Tn Kecis adalah 54 kg

      Aturlah makanan hingga sesuai / kurangi lemak atau kolesterol :
      Cukup gizi lebih sehat, kelebihan gizi membahayakan jantung. Untuk masyarakat pada umumnya dan para werda pada khususnya, disarankan ; Kurangi lemak hewani /lemak jenuh/ kolesterol yang banyak terdapat di daging merah.

      Hindari faktor – faktor resiko penyakit jantung iskemik / koroner :
      Faktor – faktor yang menyebabkan gangguan peredaran darah otot jantung ;
      Merokok, TD tinggi, penyakit gula, kegemukan, kurang gerak fisik, tekanan batin.

      Agar terus merasa berguna dengan mempunyai kegiatan / hobi yang bermanfaat :
      Pilih kegiatan misal; membaca, mendengarkan ceramah agama, mengarang, melukis, kerajinan tangan, berkebun, berternak.

      Gerak badan teratur wajib terus dilakukan :
      1. Dapat memperlambat proses degenerasi karena perubahan usia
      2. Mempermudah untuk menyesuaikan kesehatan jasmani dalam kehidupan (adaptasi)
      3. Fungsi melindungi, yaitu memperbaiki tenaga cadangan dalam fungsinya terhadap bertambahnya tuntutan, misal sakit.


      Ikuti nasehat dokter dan hindari situasi tegang :
      1. Berolah raga 2 – 3 kali seminggu
      2. Jangan makan makanan berlemak
      3. Banyak makan sayur dan makanan tinggi serat
      4. Banyak makan buah – buahan
      5. Biasakan sarapan pagi
      6. Miliki rasa humor
      7. Tidur yang cukup (7 – 8 jam)
      8. Hindari tekanan batin yang tidak perlu

      Awasi kesehatan dengan memeriksakan badan secara periodik :
      Pemeriksaan kesehatan berkala dan konsultasi kesehatan merupakan kunci keberhasilan dari upaya pemeliharaan lansia.


      PROSES PENUAAN PADA LANSIA


      By : Ahmad Kholid


      DEFINISI
      PENUAAN adalah suatu proses multidimensial yaitu mekanisme kerusakan dan perbaikan di dalam tubuh atau sistem tersebut terjadi secara bergantian pada kecepatan dan saat yang berbeda – beda.


      BEBERAPA TEORI PENUAAN
      1. TEORI RADIKAL BEBAS
      • Radikal bebas adalah molekul atau bagian molekul yang tidak utuh lagi karena sebagian telah pecah atau melepaskan diri.
      • Bagian yang pecah atau melepaskan diri ini melekat pada molekul lain dan merusak atau mengubah Struktur atau fungsi molekul yang bersangkutan.
      • Menurut Krhon, oksigen sangat reaktif dan oksidasi dari protein, lemak dan hidrat arang dan unsur lain dalam tubuh menghasilkan radikal bebas.
      • Dalam proses menua, kecepatan unsur radikal bebas ini bertambah melebihi kecepatan perbaikan dan pemulihannya.
      • Vitamin E diduga melindungi mitokondria terhadap pengaruh buruk radikal bebas.
      • Vitamin E berfungsi sebagai anti oksidan, sehingga dapat menghambat proses penuaan.
      • Kegiatan radikal bebas juga dibangkitkan oleh pengaruh lingkungan, seperti; produk samping dari industri plastik, ozon atmosfer, asap knalpot mobil / motor dan lain-lain.

      Saran – saran yang tepat dalam proses penuaan :
      ♥ Makan makanan yang sesuai dengan porsi dan diit yang tepat
      ♥ Dosis Vitamin E (d – alfa – tocopherol) :
          Usia < 40 tahun = 400 IU/hari Usia > 40 tahun = 800 IU/hari
      ♥ Dosis vitamin C = 2000 mg/hari
      ♥ Beta Carotine = 25.000 unit/hari
      ♥ Protein hewani = diganti protein dari kedelai
      ♥ Ikan = Sarden, makarel dan salmon
      ♥ Minyak goreng = harus segar


      2. TEORI IMUN
      • Proses penuaan merupakan suatu proses autoimun, dalam hal ini sistem imun tidak mengenali sel – selnya sendiri.
      • Respon autoimun merusak sel, termasuk sel – sel imuno kompeten
      • Kekebalan tubuh menurun mudah terkena infeksi, kanker, penyakit degeneratif, penyakit menurun dan lainnya.
      • Proses penuaan terutama mempengaruhi sel-T dari imun.

      3. TEORI HUBUNGAN – SILANG
      • Disebut juga teori Kolagen
      • Hubungan silang terjadi diantara Struktur molekukar yang biasanya terpisah.
      • Salah satu terjadi Hubungan silang adalah bila terjadi dalam --------- jaringan ikat ------- kolagen tua menjadi kurang dapat larut, lebih kaku ------- permeabilitas sel menurun ------ hambat hantaran nutrien, metabolit antibodi dll, yang melalui pembuluh darah.
      • Selain kolagen, juga elastin mengalami perubahan, contoh : kulit menjadi kering dan keriput.

      4. TEORI GENETIK
      • Hidup seseorang sudah ditetapkan sebelum lahir pada gen dalam molekul DNA.
      • Berarti seseorang yang dilahirkan dengan bapak yang panjang umur dimungkinkan keturunannya memiliki perkiraan jangka hidup yang panjang pula.


      5. TEORI WEAR & TEAR
      • Sel somatik normal mempunyai kemampuan normal untuk replikasi dan fungsi terbatas.
      • Kematian terjadi karena jaringan yang mati selamanya tidak dapat memperbaiki dirinya.
      • Dengan kesimpulan, organisme mempunyai persediaan energi dengan jumlah yang tetap dan mereka akan membelah berdasarkan waktu tertentu.

      EFEK BIOLOGIS PENUAAN
      Proses penuaan secara berangsur mengurangi fungsi tubuh dan berbagai organ tubuh. Dalam hal ini sangat bervariasi sesuai kompensasi individu tiap lansia.
      1. EFEK UMUM PENUAAN
      • Proses penuaan dapat menimbulkan Reaksi yang lebih lambat, gerakan lebih kaku dan lambat, koordinasi menurun, sikap tubuh berubah (lebih bongkok), kulit mongering dan keriput, rambut mulai rontok dan beruban.
      • Diskus intervertebralis menipis, vertebra menipis sehingga tinggi badan menyusut, punggung lebih bongkok (kifosis), tulang – tulang panjang tidak berubah. Batang tubuh memendek, ekstremitas tetap, tampak berlawanan dengan arah.
      • Otot menyusut, lemak bertambah pada mesentrium (sekitar ginjal), lemak dibawah kulit mengurang / keriput.
      • Mineral dari tulang berkurang karenanya tulang lebih rapuh (osteoporosis) dan menjadi lebih mudah patah tulang.
      • Berat badan menurun.
      2. EFEK PENUAAN PADA PEMBULUH DARAH
      ♥ ARTERI
      • Tunika Intima arteri menebal, mulai ada tanda arterosklerosis.
      • Pada tunika media serat otot diganti jaringan ikat (kolagen).
      • Kemampuan dilatasi menurun
      • Tekanan darah lebih tinggi karena diameter menurun dan tambah kaku.
      • Aorta serta cabang – cabangnya melebar.
      • Terjadinya proses aterosklerosis :
      • Dimulai dengan terbentuknya plak – plak ateroma sehingga ;
      • Menyempitkan lumen pembuluh, paling banyak terjadi pada aorta, arteri iliaka, koronaria, karotis, renalis dan femoralis.
      • Secara patologis dapat terjadi trombosis dan penyumbatan lumen arteri tersebut merusak tunika media aneurisma (arteri abdominalis atau torkalis).
      • Aliran darah ke otak dan ginjal menurun.
      ♥ VENA
      • Bila katup – katup rusak, mudah terjadi varices sehingga mudah terjadi trombosis dan emboli paru.
      • Tidak banyak gerak (duduk / tidur) dapat meningkatkan terjadinya trombosis vena.
      ♥ HIPERTENSI
      • Karena elastisitas aorta menurun, tahanan Perifer meningkat sehingga terjadinya Hipertensi.
      • Hipertensi Berhubungan erat dengan penyakit koroner dan Infark miocard dan cedera cerebrovaskuler (stroke).
      Download Proses Penuaan Klik Link Dibawah ini...

      POSYANDU LANSIA

      Klik Link di bawah untuk melihat & free download....
       

      Senam Otak Bagi Lansia & Manfaatnya



      Ragam Gerakan
      Senam Otak Untuk Lansia
      Brain gym adalah rangkaian latihan berbasis gerakan tubuh sederhana. Dapat dilakukan di mana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja. Sebelum melakukan rangkaian gerakan senam otak dianjurkan terlebih dahulu meminum air, karena air adalah unsur pembawa energi listrik Air mengandung mineral. Air putih bahkan membantu
      memperlancar peredaran darah dan oksigen
      ke seluruh tubuh. Kekurangan air akan membuat otot menegang sehingga tubuh tidak merasa nyaman. Berikut beberapa gerakan dasar senam otak untuk Anda latih menurut dr Jumraini Tammase, SpS


      Untuk Baca lebih lengkap KLIK DISINI




      Minggu, 08 November 2009

      Nursing Community: MANAJEMEN PUSKESMAS

      Nursing Community: MANAJEMEN PUSKESMAS

      MANAJEMEN PUSKESMAS




      A.      DEFINISI PUSKESMAS
      Suatu kesatuan organisasi fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat disamping memberikan pelayanan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok (Depkes 1991).








      B.    FUNGSI PUSKESMAS
      Fungsi Puskesmas Pokok meliputi :
      1. Pusat penggerakan pembangunan berwawasan kesehatan
      a.       Menjadi motivator, fasilitator, pemantau pembangunan di wilayah kerjanya
      b.      Intensif dalam kerjasama lintas sektoral
      c.       Kemitraan dengan sektor swasta, dunia usaha dan lainnya
      d.      Fasilitator dalam forum kecamatan sehat
      1. Pusat pemberdayaan masyarakat dan keluarga dalam pembangunan kesehatan.
      a.       Menggalang potensi masyarakat
      b.      Memfasilitasi tumbuh kembang Badan Penyantuhn Puskesmas (BPP) dan BPKM.
      c.       Peduli keluarga, peduli remaja dan peduli lansia
      1. Pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama
      a.       Menyediakan pelayanan medik dan kesehatan masyarakat
      b.      Model pelayanan (statik dan mobile)
      c.       Peningkatan jenis mutu pelayanan kesehatan
      d.      Peningkatan sarana pelayanan kesehatan
      Proses dalam pelaksanaan fungsi pokok Puskesmas :
      1. Merangsang masyarakat termasuk swasta untuk melaksanakan kegiatan dalam rangka menolong dirinya sendiri.
      2. Memberikan petunjuk kepada masyarakat tentang bagaimana menggunakan sumber daya secara efisien dan efektif.
      3. Memberikan bantuan teknis
      4. Memberikan pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat
      5. Kerjasama lintas sector
      Indikator Pelaksanaan Fungsi Puskesmas :
      1. Pembangunan Berwawasan kesehatan (IPTS)
      IPTS(Indikator Potensi Tatanan Sehat) :
      a.       Tatanan sekolah
      b.      Tatanan tempat kerja
      c.       Tatanan tempat umum
      d.      Indikator yang dipakai PHBS
      Indikator sekolah sehat :
      a.       Ada air bersih
      b.      Ada jamban
      c.       Ada larangan merokok
      d.      Ada dokter kecil
      e.      Ada tempat sampah
      1. Pemberdayaan Masyarakat (UKBM), Kemitraan, BPP.
      UKBM (Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat)
      a.       Diutamakan posyandu dan polindes
      b.      Harus ada informasi berbasis polindes
      c.       Strata posyandu dinilai setahun sekali
      1. Pemberdayaan keluarga (IPKS)
      IPKS (Indikator Potensi Keluarga Sehat) :
      a.       Ada air bersih
      b.      Tersedia jamban saniter
      c.       Lantai rumah bukan tanah
      d.      Peserta KB bagi PUS
      e.      Menimbang balita bagi yang punya bayi
      f.         Tidak ada anggota keluarga yang merokok
      g.      Menjadi peserta dana sehat/askes/JPKM
      1. Yankes; cakupan dan kualitas pelayanan kesehatan
      IPMS (Indikator Potensi Masyarakat Sehat) :
      a.       Cakupan dan kulitas dari program pokok
      b.      Cakupan dan kualitas dari program pengembangan

      C.      PROGRAM POKOK PUSKESMAS
      1. KIA
      2. KB
      3. Usaha Kesehatan Gizi
      4. Kesehatan Lingkungan
      5. Pemberantasan dan pencegahan penyakit menular
      6. Pengobatan termasuk penaganan darurat karena kecelakaan
      7. Penyuluhan kesehatan masyarakat
      8. Kesehatan sekolah
      9. Kesehatan olah raga
      10. Perawatan Kesehatan
      11. Masyarakat
      12. Kesehatan kerja
      13. Kesehatan Gigi dan Mulut
      14. Kesehatan jiwa
      15. Kesehatan mata
      16. Laboratorium sederhana
      17. Pencatatan dan pelaporan dalam rangka SIK
      18. Pembinaan pemgobatan tradisional
      19. Kesehatan remaja
      20. Dana sehat

      D.      SATUAN PENUNJANG PUSKESMAS
      Satuan Penunjang :
      1. Puskesmas Pembantu
      Unit pelayanan kesehatan yang sederhana dan berfungsi menunjang dan membantu melaksanakan kegiatan-kegiatan yang dilakukan puskesmas dalam rung lingkup wilayah yang lebih kecil.
      1. Puskesmas Keliling
      Unit pelayanan kesehatan keliling yang dilengkapi dengan kendaraan bermotor dan peralatan kesehatan, peralatan komunikasiserta sejumlah tenaga yang berasal dari puskesmas.
      Kegiatan Puskesmas keliling :
      a.       Memberi pelayanan kesehatan daerah terpencil
      b.      Melakukan penyelidikan KLB
      c.       Transport rujukan pasien
      d.      Penyuluhan kesehatan dengan audiovisual
      1. Bidan desa
      Bagi desa yang belum ada fasilitas pelayanan kesehatan ditempatkan seorang bidan yang bertempat tinggal di desa tersebut dan bertanggung jawab kepada kepala puskesmas.
      Ketentuan Kerja Bidan :
      a.       Wilayah kerjanya dengan jumlah penduduk rata – rata 3.000 orang
      b.      Tugas utama bidan desaMembina PSM
      c.       Memberikan pelayanan
      d.      Menerima rujukan dari masyarakat

      E.      PERENCANAAN
      Puskesmas merupakan organisasi struktural dan sebagai unit pelaksana teknis dinas, aspek fungsional bidang pelayanan kesehatan masyarakat yang merupakan unit pelaksana pelayanan kesehatan masyarakat tingkat 1 yang dibina oleh DKK, bertanggungjawab untuk melaksanakan identifikasi kondisi masalah kesehatan masyarakat dan lingkungan serta fasilitas pelayanan kesehatan meliputi cakupan, mutu pelayanan, identifikasi mutu sumber daya manusia dan provider, serta mentapkan kegiatan untuk menyelesaikan masalah.
      Perencanaan meliputi kegiatan program dan kegiatan rutin puskesmas yang berdasarkan visi dan misi puskesmas sebagai sarana pelayanan kesehatan primer dimana visi dan misi digunakan sebagia acuan dalam melakukan setiap kegiatan pokok puskesmas . Selain itu, kebijakan sistem puskesmas perlu ditinjau setiap akan melakukan perencanaan program, kebijakan tersebut meliputi kebijakan mandiri dari Puskesmas serta adanay fungsi dan upaya puskesmas yang berlandaskan pada UUD 1945 pasal 28, UU No.22 tahun 1999 dan UU No.25 tahun 1999, PP No.25 tahun 2000 serta PP No.48 tahun 2000dimana tujuan dari kebijakan tersebut adalah untuk mewujudkan puskesmas yang kuat dari segi kemitraan, unit kesehatan amndiri, akontabilitas dan teknologi tepat guna.
      Budgeting dalam perencanaan menejemn keuangan dikelola sendiri oleh puskesmas sesuai tatacara pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan, adapun sumber biaya didapatkan dari pemerintah daerah, retribusi puskesmas, swasta atau lembaga sosial masyarakat dan pemerintah adapun pembiayaan tersebut ditujukan untuk jemis pembiayaan layanan kesehatan yang mempunyai ciri – ciri barang atau jasa public seperti penyuluhan kesehatan, perbaikan gizi, P2M dan pelayanan kesehatan yang mempunyai ciri – ciri barang atau jasa swasta seperti pengobatan individu.

      F.      ORGANIZING
      Dinas Kesehatan Kota mempunyai tugas untuk menenetukan menetapkan struktur organisasi puskesmas dengan pertimbangan sebagai fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat tingkat I, adapun pola organisasi meliputi kepala, wakil kepala, unit tata usaha, unit fungsional agar tidak terajdi tumpang tindih dalam pelaksanaan kegiatan yang nantinya akan berpengaruh terhadap kualitas program yang ditangani.
      Struktur organisasi dan tata kerja :
      1.       Struktur organisasi puskesmas
      a.       Unsur pimpinan : Kepala Puskesmas
      b.      Unsur pembantu pimpinan : Tata usaha
      c.       Unsur pelaksana : Unit I, II, III, IV, V, VI, VII.
      2.       Tugas pokok :
      a.       Kepala Puskesmas
      Bertugas memimpin, mengawasi dan mengkoordinasikan kegiatan puskesmas yang dapat dilakukan dalam jabatan structural, dan jabatan fungsional.
      b.      Kepala urusan tata usaha
      Bertugas dibidang kepegawaian, keuangan perlengkapan dan surat menyurat serta pencatatan dan pelaporan.
      c.       Unit I
      Bertugas melaksanakan kegiatan kesejahteraan ibu dan anak, keluarga berencana dan perbaikan gizi.
      d.      Unit II
      Melaksanakan kegiatan pencegahan dan pemberantasan penyakit menular khususnya imunisasi, kesehatan lingkungan dan laboratorium sederhana.
      e.      Unit III
      Melaksanakan kegiatan kesehatan gigi dan mulut, kesehatan tenaga kerja dan manula.
      f.         Unit IV
      Melaksanakan kegiatan perawatan kesehatan masyarakat, kesehatan sekolah dan olahraga, kesehatan jiwa, kesehatan mata dan kesehatan khusus lainnya.
      g.      Unit V
      Melaksanakan kegiatan pembinaan dan pengembangan upaya masyarakat dan penyuluhankesehatan masyarakat, kesehatan remaja dan dana sehat.
      h.       Unit VI
      Melaksanakan kegiatan pengobatan rawat jalan dan rawat inap
      i.         Unit VII
      Melaksanakan kegiatan kefarmasian.

      G.     ACTUATING
      1.       Sistem ketenagaan
      Juster (1984) menyatakan bahwa pendidikan merupakan faktor yang penting dalam seorang pekerja. Melalui pendidikan akan menghasilkan perubahan keseluruhan cara hidup seseorang. Pearlin dan Kohn (1966) menyatakan bahwa seseorang yang memiliki tingkat pendidikan yang tinggi mempunyai keinginan untuk mengembangkan dirinya sedangkan mereka yang berasal dari tingkat pendidikan rendah cenderung untuk emmpertahnkan kondisi yang telah ada.
      Sistem ketenagaan yang ada di puskesmas dilaksanakan sesuai program yang dikembangkan serta kemampuan dana dengan diketahui oleh DKK, kuantitas tenaga didasarkan pada kebutuhan priorotas layanan kesehatan dan pendayagunaan tenaga kesehatan disesuaikan dengan kebutuhan layanan kesehatan dan profesionalisme pekerjaan. Sesuai PP RI No.32 tahun 1996 tentang tenaga kesehatan yang seharusnya ada adalah tenaga medis, kesehatan masyarakat (penyuluh kesehatan, sanitarian), tenaga gizi, tenaga keperawatan, farmasi, dan teknisi medis (analis dan perawat gigi).
      2.       Pengembangan Staff
      Tujuan : kegiatan pengembangan staff ditujukan untuk meningkatkan produktifitas organisasi.
      a.       Jenis – jenis pengembangan staff :
      1)       Pelatihan induksi
      Merupakan indoktrinasi standart dan singkat bagi filosofi unit kerja, tujuan, program, kebijaksanaan dan peraturan yang diberikan kepada masing – masing pekerja selam atiga hari pertama kerja untuk memastikan identifikasi dengan filosofi unit kerja,tujuan dan norma – norma.
      2)       Orientasi
      Merupakan pelatihan perseorangan yang dipakai untuk mengakrabkan pegawai baru dengan tanggungjawab pekerjaan, tempat kerja, pelangan dan rekan kerja.

      3)       Kelanjutan pendidikan
      Hal ini termasuk kegiatan pembelajaran yang direncanakandibalik program pendidikan dasar keperawatan dan dirancang untuk memberikan pengetahuan, ketrampilan, dan sikap bagi peningkatan praktek keperawatan.
      b.      Konsep – konsep pengembangan staff :
      1)       Daya saing
      Ketidaksesuaian yang dapt diukur antara daya saing dan pekerjaaan seseorang sebenarnya dengan tingkat daya saing ayng diinginkan.
      2)       Minat
      Faktor yang mempengaruhi seseorang untuk menerima atau menolak objek, orang, untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan.

      3)       Kebutuhan pendidikan
      Merupakan keadaan memiliki kualitas atau kemampuan yang dianggap perlu bagi peran tertentu.
      4)       Pembelajaran teknis
      Perubahan dalam perilaku yang disadari dan disengaja terutama kognitif dan psikomotor yang terjadi sebagai respon terhadap stimulus yang diberikan oleh pengajar.
      c.       Tahapan pengembangan staff
      1)       Awal usia 20 – 25 tahun : membuat arah pekerjaan
      2)       Usia 20 – 30 tahun : menjawab pekerjaan dan tekanan pribadi dengan mempertanyakan komitmen pada pekerjaan dan hubungan keluarga.
      3)       Akhir usia 30 tahun : mengaitkan dirinya dengan pembimbing yang memungkinkan mengunggulinya.
      4)       Usia 40 tahun : memisahkan diri dari pembimbing
      5)       Usia 50 tahun : pengembangan dan perbaikan pengetahuan dan keterampilan.
      d.      Mengorganisir sumber daya pengembangan staf
      Keberhasilan usaha pengembangan staf tergantung pada penataan sumber daya yang sesuai. Sumber – sumber pendidikan lanjutan untuk pegawai keperwatan dapat brupa pengajar, sumber daya dari konsorsia kesehatan, afiliasi dengan perguruan tinggi, organisasi keperawatan professional dan tugas belajar.
      3.       Motivasi staf
      Menurut Stoner dan Freeman (1995), Ngalim Purwanto (2000), Shortel & Kaluzni (1994) motivasi adalah karakteristik psikologi manusia yang membrikan kontribusi pada tingkat komitmen seseorang. Hal in termasuk faktor – faktor yang menyebabkan, menyalurkan dan mempertahankan tingkah laku manusia dalam arah tekad tertentu.
      Motivasi mempunyai peranan yang sangat penting dalam suatu organisasi, motivasi yang tepat dapat memajukan dan mengembangkan oraganisasi. Unsur manusia dalam organisasi terdiri dari 2 kelompok orang yaitu orang yang memimpin (manajer) dan orang yang dipimpin (pegawai / pekerja). Manajer bertanggungjawab untuk memotivasi orang yang dipimpinnya untuk mencapai tujuan organisasi.
      Motivasi dalam organisasi kerja ditinjau dari segi perannya terdapat 2 macam yaitu motivasi positif dan motivasi negatif. Motivasi positif adalah motivasi yang menimbulkan harapan yang sifatnay menguntungkan atau menggembirakan bagi pegawai misalnya gaji, fasilitas, karier, jaminan hari tua, jaminan kesehatan, jaminan keselamatan dan lain – lain. Sedangkan motivasi negatif adalah motivasi yang menimbulkan rasa takutmisalnya ancaman, tekanan, intimidasi dan semacamnya. Dengan motivasi negatif orang lain dapat digerakkan oleh pihak yang memotivasi untuk tujuan tertentu, namun hal ini tidak dapat dipertahankan dalam waktu yang lama.
      Stanford (1970), mengatakan bahwa ada 3 unsur penting dalam motivasi yaitu antara kebutuhan, dorongan dan tujuan. Kebutuhan muncul karena ada sesuatu yang kurang dirasakan oleh seseorang, baik fisiologis maupun psikologis. Dorongan merupakan arahan untuk memenuhi kebutuhan sedangkan tujuan adalah akhir dari suatu siklus motivasi.
      4.       Komunikasi dalam manajemen
      a.       Proses komunikasi
      Tappen (1995) mendefinisikan komuniksi adalah suatu pertukaran pikiran, perasaan dan pendapat dan memberikan nasehat dimana terjadi antara dua orang atau lebih bekerjasama. Komunikassi juga merupakan suatuseni untuk dapat menyusun dan menghantarkan suatu pesan dengan cara yang muadah sehinga orang lain dapat mnegrti dan menerima.
      b.      Komunikasi dalam keperawatan
      Unsur yang ada dalam setiap komunikasi adalah pengirim pesan (sender), pesan (massage), penerima pesan (receiver). Pesan dapat berupa verbal, tertulis maupun non verbal. Lingkungan internal maupun eksternal juga dilibatkan, yang termasuk lingkungan internal adalah nilai – nilai, kepercayaan, temperamen dan tingkat stress sedangkan faktor eksternal meliputi keadaan cuaca, suhu, waktu.
      c.       Prinsip komunikasi manajer keperawatan
      Tahapan komunikasi :
      1)       Manajer harus mengerti struktur organisasiagar dapat memahami sasaran dai pengambilan keputusan
      2)       Komunikasi merupakanbagian proses yang tak terpisahkan dalam kebijakan organisasi. Manajer harus mempertimbangkan isi komunikasi termasuk dampaknya terhadap orang yg dipimpinnya.
      3)       Komunikasi harus jelas, sederhana dan tepat.
      4)       Manajer harus meminta umpan balik agar dapat mengetahui keefektifan dan keakuratan komunikasi.
      5)       Komponen penting lainnya bagi seorang manajer adalah menajdi pendengar yang baik.

      H.      CONTROLLING
      Controlling dalam manajemen puskesmas merupakan indikator keberhasilan puskesmas yang meliputi 2 faktor yaitu menjadi indikator pencapaian sehat meliputi lingkungan, perilaku masyarakat, layanan kesehatan dan status kesehatan mrliputi KEP balita, insiden penyakit yang berbasis lingkungan dan kesehatna ibu dan anak. Selain itu juga merupakan indicator penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, pemberdayaan masyarakat dan keluarga, pelayanan kesehatan tingkat I meluputi :

      1.       Evaluasi
      Salah satu ukuran pengawasan yang digunakan oleh manajer guna mencapai ahsil organisasi adalah system penilaian kerja karyawan. Melalui evaluasi regular dari setiap pelaksanaan kerja pegawai manajer dapat mencapai beberapa tujuan.
      Prinsip – prinsip evaluasi :
      a.       Evaluasi pekerja sebaiknya didasarkan pada standar pelaksanaan kerja, orientasi tingkah laku untuk posisi yang ditempati.
      b.      Sample tingkah laku perawat yang cukup representative
      c.       Perawat sebaiknya diberi salinan deskripsi kerja, standar pelaksanaan kerjadan bentuk evaluasi untuk peninjauan ulang.
      d.      Terdapat strategi pelaksanaan kerja yang memuaskan dan strategi perbaikan yang diperlukan.
      e.      Manajer menjelaskan area mana yang dijadiakn prioritas
      f.         Pertemuan evaluasi antara perawat dan menajer sebaiknya dilakukan dalam waktu yang tepat.
      g.      Laporan evaluasi maupun pertemuan tersusun secara rapih sehingga membantu dalam pelaksanaan kerja.
      Alat evalausi :
      a.       Laporan tanggapan bebas
      b.      Pengurutan ayng sederhana
      c.       Checklist pelaksanaan kerja
      d.      Penilian grafik (Henderson, 1984)
      2.       Kontrol kualitas
      Merupakan suatu upaya organisasi dalam menyediakan pelayanan yang memenuhi standar professional dan dapat diterima oleh klien. - Pelayanan kesehatan yang bermutu adalah pelayanan kesehatan yang dapat memuaskan setiap pemakaian jasa pelayanan kesehatan sesuai dengan tingkat kepuasan rata - rata penduduk, serta yang penyelenggaraannya sesuai dengan standar atau kode etik profesi yang telah ditetapkan (Azwar, 1996).

      Kriteria mutu pelayanan kesehatan :
      a.       Struktur
      Kriteria rumah sakit, unit keperawatan (LOD, visi dan misi, konsep asuhan keperawatan).
      b.      Proses
      Fungsi, proses interpersonal, metode pengorganisasian, perspektif keperawatan proesional, praktek keperawatan professional.
      c.       Tujuan
      Tingkat kesehatan atau kesejahteraan, kemampuan fungsional, kepuasan pasien, sumberpenggunaan/ pengeluaran efektif dan efisien, kejadian dan proses yang tidak menyenangkan.

      Syarat pelayanan berkualitas :
      a.       Efficacy (kamanjuran)
      b.      Appropriatennes (kepantasan)
      c.       Accebility (mudah dicapai)
      d.      Accepbility (diterima)
      e.      Effectiveness (keberhasilan)
      f.         Efficiency (ketepatan)
      g.      Continuity (terus - menerus)

      Pelaksanaan kegiatan pengendalian mutu :

      a.       Menetapkan masalah mutu pelayanan kesehatan yang diselenggarakan
      b.      Menetapkan penyebab masalah mutu pelayanan kesehatan yang diselenggarakan
      c.       Menetapkan cara penyelesaian masalah mutu pelayanan kesehatan yang diselenggarakan
      d.      Menetapkan cara penyelesaian masalah mutu pelayanan kesehatanan.
      e.      Menyusun sasaran tindak lanjut untuk lebih memantapkan serta meningkatkan mutu pelayanan.


      Sumber :

      1.       Pedoman Kerja Puskesmas Jilid 1
      2.       Effendy Nasrul (1998), Dasar –dasar keperawatan kesehatan masyarakat, Edisi 2, Jakarta : EGC.

      Apabila pembaca menginginkan artikel diatas, sillahkan Download Link di bawah...
      DOWNLOAD

      Loading...

      Anda Pengunjung Ke :